Tanah Gerak, Jalan Menuju Sangiran Miring

Adib Auliawan
- Rabu, 24 Juli 2019 | 17:16 WIB
Kondisi jalan Desa Bukuran-Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen miring dan beda tinggi, akibat dampak tanah gerak di kawasan itu.(suaramerdeka.com/Anindito AN)
Kondisi jalan Desa Bukuran-Desa Krikilan, Kalijambe, Sragen miring dan beda tinggi, akibat dampak tanah gerak di kawasan itu.(suaramerdeka.com/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com -  Sejumlah ruas jalan penghubung Desa Bukuran dan  Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe rusak parah, miring dan beda ketinggian akibat tanah gerak. Kerusakan jalan itu terjadi sejak dua tahun terakhir, namun kurang mendapat perhatian.

Suryadi, warga Desa Cangkol, Kecamatan Plupuh  mengakui wilayah tersebut relatif sepi arus lalu lintas, sehingga wajar jika Pemkab kurang memperhatikan kondis jalan di daerah tersebut. Namun warga sekitar merasakan kerusakan itu mengganggu aktivitas warga.

Wilayah ini agak sepi arus lalu lintas, sehingga kurang mendapat perhatian,’’ kata Suryadi, yang hampir setiap  melewati jalur itu.

Padahal jalan itu sebenarnya merupakan jalur menuju Museum Kluster Ngebung.

Lanjar, warga Krikilan RT 09 Desa Krikilan, Kalijambe menambahkan ada beberapa ruas jalan desa yang mengalami kerusakan. Jalan desa yang rusak itu di antaranya merupakan akses menuju Museum Kluster Ngebung dan Museum Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran.

Pengunjung Sangiran yang datang dari arah Desa Dari, Kecamatan Plupuh setibanya di ruas Bukuran akan menemui jalan rusak dan jalan miring, serta beda ketinggian.

Hasil pantauan jalan rusak diduga disebabkan karena kondisi tanah gerak di wilayah itu. Di musim kemarau seperti sekarang ini, kondisi fisik tanah halaman penduduk dan tanah di lahan pertanian, terlihat banyak rekahan. 

Di sejumlah ruas jalan selain mengalami kerusakan, juga beda ketinggian. Bahkan sisi badan jalan  ada yang mengalami penurunan hingga 30 cm, sedangkan sisi lainnya tidak mengalami penurunan. Akibatnya beda tinggi jalan truk engkel yang membawa muatan  berisiko jika melewati jalur itu.

Sedangkan mobil sedan bisa tetap aman melewati daerah itu asalkan berjalan pelan memperhatikan beda tinggi jalan.  

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Terkini

X