Kasus Pembunuhan Berencana, Dua Saksi akan Dihadirkan Saat Sidang PK

- Jumat, 19 Juli 2019 | 12:40 WIB
Tim kuasa hukum Ahmad Sapuan dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang melakukan audiensi di Kanwil Kemenkumhan Jateng. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)
Tim kuasa hukum Ahmad Sapuan dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang melakukan audiensi di Kanwil Kemenkumhan Jateng. (suaramerdeka.com/Eko Fataip)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Terpidana kasus pembunuhan yang divonis seumur hidup, Ahmad Sapua,n memilih akan mengajukan upaya hukum lanjutan berupa peninjuan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA).

Dia melalui tim kuasa hukumnya dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, sebelumnya juga sempat menyatakan akan mengajukan grasi kepada presiden.

Kuasa hukum yang mendampingi terpidana, Novita Prameswari mengemukakan, baru-baru ini pihaknya menemukan dua saksi yang diyakini mengetahui persis keberadaan Sapuan pada saat peristiwa pembunuhan terjadi.

Dua saksi itu menurut dia tidak sempat dihadirkan ketika proses persidangan pada pengadilan tingkat pertama. Mereka nantinya akan membeberkan keterangan ketika sidang PK nanti.

"Pada hari kejadian, sore harinya Sapuan sudah berada bersama saksi satu di Jepara. Kemudian ketika malam hari dijemput saksi lain untuk tidur di rumahnya. Ayah dari saksi juga mengetahui bahwa Sapuan berada di rumahnya hingga pagi hari," kata Novita seusai audiensi dengan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jateng, Marasidin Siregar di kantor tersebut, Jalan Dr Cipto Semarang, Kamis (18/7).

Kuasa hukum lain, Amal Lutfiansyah menyatakan, berdasarkan temuannya itu dia menyimpulkan, terpidana Ahmad Sapuan tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa terjadi. Sedangkan tindak pidana pembunuhan itu berlangsung pada malam hari di Kabupaten Pati.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera memastikan upaya PK akan diajukan dua pekan mendatang.

Pada perkara ini, dia melihat ada kekhilafan majelis hakim karena memvonis berdasarkan keterangan dari terpidana lain dalam kasus yang sama (Supriyadi) dan berita acara pemeriksaan (BAP) dari terpidana Ahmad Sapuan.

"Hari ini kami ingin menemui Supriyadi yang saat ini menjalani masa hukuman di Lapas Nusakambangan. Kami ingin dia bersedia memberikan keterangan sesuai dengan fakta. Tujuannya membuktikan saudara Ahmad Sapuan sama sekali tidak telibat," jelasnya.

Halaman:

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Rais Syuriyah PCNU Ajak Ulama Perkuat Dakwah di Medsos

Senin, 27 September 2021 | 21:34 WIB

Tempat Prostitusi Sesama Jenis Digerebek

Senin, 27 September 2021 | 19:08 WIB

Bantuan Warga Terdampak Pandemi Terus mengalir

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB

Bupati Demak Ajak Warga Nguri-uri Kesenian Khas Daerah

Senin, 27 September 2021 | 17:37 WIB

Pasar Johar Masih Sepi, Pegadang Belum Berjualan

Minggu, 26 September 2021 | 18:20 WIB
X