Cegah Masititis pada Sapi Perah, Mahasiswa Undip ciptakan Antiseptik dari Daun Jati Merah

- Minggu, 7 Juli 2019 | 16:30 WIB
suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur
suaramerdeka.com/Puthut Ami Luhur

SEMARANG, suaramerdeka.com - Untuk mencegah Mastitis (peradangan pada payudara) pada sapi perah, Mahasiswa Progdi Peternakan Undip yang terdiri dari Susan Sitha Irma Yuhanita, Prasetyo Ardiansyah dan Tituk Suselowati menciptakan I-Care, Antiseptik 2in1 (Handsanitizer dan Gel Puting) dari ekstrak daun Jati Merah (Tectona grandis Linn.f.). Temuan ini masuk sebagai Program Kreativitas Mahasiswa 2019 yang dibimbing oleh drh Dian Wahyu Harjanti PhD dari Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah.

Anggota tim Tituk Suselowati mengatakan, peternak saat akan melakukan pemerahan biasanya hanya mencuci tangan saja kemudian langsung memerah susu. Tanpa disadari sambungnya, bakteri yang ada pada tangan belum sepenuhnya mati dan akan berkembang dengan baik serta dapat menyebabkan mastitis pada sapi perah. Jika sapi perah mengalami peradangan pada payudaranya akan sangat merugikan peternak karena susu yang dihasilkan, ditolak oleh industri pengolah susu.

"Selama ini pencemaran bakteri pada susu sapi perah dapat dicegah dengan mencelupkan puting ke dalam larutan antiseptik setelah proses pemerahan selesai. Antiseptik sintetis memiliki beberapa kekurangan yaitu dapat meninggalkan residu kimia pada susu yang berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi manusia,” kata Tituk di Semarang.

Antiseptik dari daun Jati Merah memiliki senyawa aktif saponin, flavonoid dan antioksidan yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri. Selain itu daun jati merah juga memiliki kandungan senyawa aktif antosianin sebagai antioksidan yang mampu menghambat oksidasi toksik. Senyawa antibakteri ini diharapkan, dapat mencegah masuknya bakteri ke dalam puting sehingga dapat mencegah mastitis.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa antiseptik berbahan dasar ekstrak daun Jati Merah dengan konsentrasi 0,02 persen saja sudah terbukti efektif dalam menurunkan jumlah bakteri pada telapak tangan dan cemaran bakteri dalam susu,” tambahnya.

Bakteri pada tangan dapat menurun setelah 30 detik pemakaian, sedangkan penurunan jumlah bakteri susu terjadi setelah lima hari pemakaian dan semakin menurun selama 10 hari pemakaian. Efetktifitasnya sama jika dibandingkan dengan antiseptik komersial povidone iodine 10 persen, menunjukkan bahwa selain mampu menjaga kesehatan kebersihan tangan antiseptik tersebut juga mampu menjaga kesehatan kelenjar mammary pada sapi perah.

Harapan peneliti dengan adanya inovasi antiseptik ini, masyarakat khususnya kalangan peternak lebih peduli pada kebersihan saat akan memeras susu pada hewan ternaknyaa. Selain itu, ingin berkerjasama dengan perusahaan yang sejenis sehingga dapat dikenal lebih luas dan mempopulerkan antiseptik 2in1 berbahan herbal.

Editor: Adib Auliawan

Tags

Terkini

Bangkitkan Ekonomi, Warga Mrican Rintis Kuliner Budaya

Selasa, 21 September 2021 | 23:10 WIB
X