Pemkab Karanganyar Minta Pedagang Daging Anjing Alih Jenis Dagangan

Nugroho
- Kamis, 27 Juni 2019 | 21:02 WIB
Tim Terpadu Pemkab Karanganyar melakukan  verifikasi dan penyerahan bantuan modal Rp 5 juta pada pedagang warung daging anjing, Kamis (27/6). (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)
Tim Terpadu Pemkab Karanganyar melakukan verifikasi dan penyerahan bantuan modal Rp 5 juta pada pedagang warung daging anjing, Kamis (27/6). (suaramerdeka.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Setelah Pemkab Karanganyar mengeluarkan kebijakan menutup warung daging, pedagang diminta beralih profesi atau beralih jenis dagangan. Pemkab menawarkan bantuan modal Rp 5 juta untuk membuka usaha baru.

Hingga Kamis (27/6), tercatat 33 pedagang menerima bantuan modal usaha. Sedangkan 16 pedagang menolak alih profesi. Pemkab melakukan pendekatan persuasif terhadap pedagang yang menolak alih dagangan.

Kebijakan itu berawal, saat Bupati Karanganyar Juliyatmono bertemu dengan pegiat komunitas Animal Friends Jogja dan Dog Meat Free Indonesia (DMFI) pada 17 Juni lalu. Warung daging anjing tersebar di Kecamatan Gondangrejo, Jaten, Kebakkramat, Colomadu dan Karanganyar.

Program Manager Animal Friends Jogja, Angelina Pane, saat itu memaparkan, pada 2018 diperkirakan 13 ribu ekor anjing dibantai, untuk memenuhi kebutuhan daging anjing di Soloraya. Di Karanganyar sendiri, rata-rata setiap hari ada 42 ekor anjing dikonsumsi.

"Menyetop penjualan daging anjing akan mempercepat pencapaian Indonesia bebas rabies pada 2020. Kami berharap, pemerintah daerah bisa membantu memutus mata rantai perdagangannya," kata Angelina Pane .

Selang empat hari, Kamis (20/6), Bupati melakukan pertemuan dengan pedagang di rumah dinas bupati.  Pedagang ditenggat sepekan untuk berpikir alih profesi dan diberi bantuan modal Rp 5 juta. Jika menolak, dipersilakan berjualan di luar wilayah Karanganyar.

Suwarko, salah satu pedagang dari Matesih, mengaku bersedia alih profesi. Namun Sri Purwanto, pedagang di Selokaton, Gondangrejo keberatan untuk alih jenis dagangan. Bahkan dia tetap akan berjualan olahan daging anjing, dengan risiko apa pun.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani menilai, rencana penutupan warung sate anjing tersebut langkah positif. Sebab dari sisi kesehatan, daging anjing tidaklah layak dikonsumsi.

Pemkab menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar untuk permodalan. "Bukan diambilkan dari dana zakat, tapi dari dana infak. Bantuan modal yang diberikan Rp 5 juta untuk tiap pedagang," kata Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas Karanganyar Iskandar.

Halaman:

Editor: Nugroho

Terkini

Omicron Masuk Jawa Tengah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 01:18 WIB

Pasar Karangawen Terbakar, 229 Los dan Kios Ludes

Kamis, 20 Januari 2022 | 10:36 WIB
X