Santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Mandi Taubat di Sendang Shirothol Mustaqim Gunungpati

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:46 WIB
Ritual Mandi Taubat di Bulan Muharram. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)
Ritual Mandi Taubat di Bulan Muharram. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Para santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah melakukan mandi taubat di Bulan Muharram.

Ritual tersebut dilaksanakan di Sendang Thiban Shirothol Mustaqim Roudlotus Saidiyyah, Kampung Siroto, Kelurahan Gunungpati, Kecamatan Gunungpati, Semarang Sabtu 28 Agustus 2021.

Para santri berangkat secara bergantian menggunakan kendaraan bermotor dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Hari Suci Saraswati Nasional, Momentum Kuatkan Moderasi Beragama

Pengasuh Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah, Dr KH Ahmad Izzuddin, MAg mengungkapkan, agenda ini dilaksanakan dalam rangka membersihkan diri baik lahir maupun batin.

“Mudah-mudahan kabul. Semoga energi-energi positif para santri dapat terbangun untuk semangat yang lebih baik lagi,” ungkap kiai sekaligus Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo itu.

Mandi taubat tersebut dipandu langsung oleh KH Moh Said Al Masyhad, pengasuh Pondok Pesantren Roudlotus Saidiyyah, Kalialang, Gunungpati.

Baca Juga: Jateng Bershalawat, Habib Syech Obati Kerinduan Syechermania

Kiai Said menjelaskan mandi taubat hukumnya wajib karena manusia memiliki dosa kepada Allah.

Kiai Said juga menganjurkan agar mandi taubat bisa dilakukan secara rutin, walaupun hanya satu tahun sekali.

Para santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

“Sebenarnya mandi taubat itu dilaksanakan setiap malam. Kalau tidak bisa, ya sebulan sekali. Kalau masih belum bisa, ya tiga bulan sekali. Tidak bisa juga, paling tidak setahun sekali,” ungkapnya.

Mandi taubat, lanjut Kiai Said, merupakan amalan yang dilaksanakan para nabi dan wali.

Dari wali sembilan, amalan tersebut kemudian diturunkan dan diamalkan oleh keluarga secara turun-temurun.

Kiai Said bercerita, Sendang Thiban Shirothol Mustaqim pada awalnya hanyalah hutan belantara.

Melalui berkah fadilah istighfar, mengedepankan ketaatan, dan mujahadah kepada Allah selama bertahun-tahun lamanya akhirnya turunlah hujan.

Jadilah tempat tersebut menjadi suatu kebun dengan air yang mengalir hingga menjadi tempat yang indah seperti sekarang ini.

Kepada para santri, Kiai Said berpesan agar terus membaca istighfar dan melakukan taubat kepada Allah.

Hal tersebut merupakan pesan Alquran yang jika dipraktikkan, akan berhasil.

“Kita semua adalah penerus. Ke depan, semoga semuanya menjadi pemimpin yang diridhoi oleh Allah. Menjadi sholeh dan sholehah. Yang putra menjadi kiai besar, yang putri menjadi bu nyai dan pemimpin yang besar. Semoga setelah mandi taubat ini, diangkat derajat setinggi-tingginya,” harap Kiai Said.

Antika, santri putri Life Skill Daarun Najaah, bangga mendapatkan momen langka seperti ini.

“Saya senang dan bangga karena ini momen langka yang bagi saya sangat berkesan. Semoga berkat mandi taubat ini lebih positif ke depannya,” ungkap santri putri asal Kendal tersebut.

Tidak berbeda dengan Rafi’oul Syah, yang merasa bersyukur dapat mengikuti kegiatan untuk pembersihan diri secara lahir dan batin tersebut.

“Alhamdulillah, dengan adanya agenda ini semoga menjadi media untuk membersihkan hati, badan, dan pikiran. Energi-energi positif yang lama terpendam dapat segar kembali,” ujar santri putra asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Halaman:
1
2
3

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Pendidikan Reproduksi Sehat Terpadu

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:21 WIB

Cincing-Cincing Meksa Klebus

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:15 WIB

Hubbul Wathon Minal Iman

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:10 WIB

KH Imam Ghozali, Perintis Perguruan Al-Islam

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:01 WIB

Mereduksi Intoleransi, Merangkul Perbedaan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:53 WIB

Apa Alane Gawe Seneng Liyan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:47 WIB

Dakwah Bilhal Kiai Kholil bin Mahalli Benda

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:43 WIB

Mahram pada Perjalanan Perempuan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:36 WIB
X