Santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah Mandi Taubat di Sendang Shirothol Mustaqim Gunungpati

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:46 WIB
Ritual Mandi Taubat di Bulan Muharram. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)
Ritual Mandi Taubat di Bulan Muharram. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

Kiai Said juga menganjurkan agar mandi taubat bisa dilakukan secara rutin, walaupun hanya satu tahun sekali.

Para santri Pondok Pesantren Life Skill Daarun Najaah. (suaramerdeka.com/Setiawan Hendra Kelana)

“Sebenarnya mandi taubat itu dilaksanakan setiap malam. Kalau tidak bisa, ya sebulan sekali. Kalau masih belum bisa, ya tiga bulan sekali. Tidak bisa juga, paling tidak setahun sekali,” ungkapnya.

Mandi taubat, lanjut Kiai Said, merupakan amalan yang dilaksanakan para nabi dan wali.

Dari wali sembilan, amalan tersebut kemudian diturunkan dan diamalkan oleh keluarga secara turun-temurun.

Kiai Said bercerita, Sendang Thiban Shirothol Mustaqim pada awalnya hanyalah hutan belantara.

Melalui berkah fadilah istighfar, mengedepankan ketaatan, dan mujahadah kepada Allah selama bertahun-tahun lamanya akhirnya turunlah hujan.

Jadilah tempat tersebut menjadi suatu kebun dengan air yang mengalir hingga menjadi tempat yang indah seperti sekarang ini.

Kepada para santri, Kiai Said berpesan agar terus membaca istighfar dan melakukan taubat kepada Allah.

Hal tersebut merupakan pesan Alquran yang jika dipraktikkan, akan berhasil.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Kekudhung Walulang Macan

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:17 WIB

Penyakit Umat Beragama

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:13 WIB
X