Esuk Dele Sore Tempe

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 22:30 WIB
Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji./suaramerdeka.com/dok
Ketua MUI Jawa Tengah KH Ahmad Darodji./suaramerdeka.com/dok

PITUTUR ini sudah amat terkenal, kita sudah sering mendengar bahkan mungkin ikut mengucapkannya.

Tempe adalah makanan yang sangat populer bagi bangsa kita. Tempe berasal dari kedelai yang telah difermentasi.

Fermentasi menyebabkan terjadinya perobahan bentuk yang semula dele menjadi tempe.

Perubahan dari dele menjadi tempe tidak membutuhkan waktu lama hanya dari pagi hari ke sore hari.

Dan karena perobahan dari dele menjadi tempe yang cukup cepat itulah maka muncul ungkapan "esuk dele sore tempe".

Secara harfiah, kalimat itu berarti bahwa pagi hari barang itu masih berbentuk kedelai, tetapi ketika sore hari sudah berobah menjadi tempe.

Ungkapan ini dimaksudkan sebagai sindiran terhadap sikap inkonsistensi atau plin-plan atau mencla-mencle.

Meskipun ada juga yang berpendapat berbeda, artinya ada pendapat bahwa mestinya esuk dele sore tempe itu dimaknai positif yaitu kemajuan yang memang harus menjadi tujuan semua orang.

Bukankah kita membuat tempe harus dimulai dari dele. Artinya perobahan dari dele ke tempe adalah suatu kemajuan. Jadi positif.

Kita bisa menerima logika itu, tetapi pitutur ini telah sangat terkenal dan sejak dahulu diamalkan oleh hampir semua orang dengar arti bahwa pitutur ini adalah sindiran kepada sikap inkonsistensi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Kekudhung Walulang Macan

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:17 WIB

Penyakit Umat Beragama

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:13 WIB

Pendidikan Reproduksi Sehat Terpadu

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:21 WIB

Cincing-Cincing Meksa Klebus

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:15 WIB

Hubbul Wathon Minal Iman

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:10 WIB

KH Imam Ghozali, Perintis Perguruan Al-Islam

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:01 WIB

Mereduksi Intoleransi, Merangkul Perbedaan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:53 WIB
X