Beda Ujub dengan Riya, Ini Ibadah dan Cara Mengurangi Sifat Ujub

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 22:12 WIB
4 ayat Al Quran tentang larangan untuk bersikap sombong/Pixabay.com/shzern
4 ayat Al Quran tentang larangan untuk bersikap sombong/Pixabay.com/shzern

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ujub berbeda dengan Riya, kadangkala RIYA dapat dihindari, tapi Ujub masih ada.

Contoh :
Kita sholat tahajjud diam-diam, tidak ada yang tahu dan tidak kita ceritakan pada orang lain, dengan harapan agar tidak Riya. Maka saat kita tidak menceritakan amalan kita, kita berhasil menghindari Riya. Semata-mata kita beribadah karena ALLAH Ta'ala, bukan karena ingin dipuji orang lain.

Baca Juga: Didera Petisi, Ayu Ting Ting Dapat Rezeki

Jangan cepat berpuas diri dulu, karena syaitan terus berusaha menggelincirkan kita. Tiba-tiba dalam hati berkata-kata, karena muncul rasa bangga terhadap diri sendiri. "Hebat aku ini, bisa bangun setiap malam, tidak pernah ketinggalan sholat tahajjud, sementara orang lain tertidur pulas".

Saat hati berkata begitu, itulah yang dinamakan Ujub. Walaupun berhasil untuk tidak Riya, tetapi masih belum berhasil untuk tidak Ujub. Ujub adalah perasaan kagum atas diri sendiri. Merasa diri hebat, berbangga diri, terpesona dengan kehebatan diri.

Ujub adalah penyakit hati yang paling tersembunyi. Perasaan Ujub bisa datang dalam berbagai bentuk. Diantaranya :

√ Orang yang rajin ibadah merasa kagum dengan ibadahnya.
√ Orang yang berilmu, kagum dengan ilmunya.
√ Orang yang cantik, kagum dengan kecantikannya.
√ Orang yang mengelola majlis Taklim kagum dengan banyaknya jamaah dan mampu menghadirkan ustadz-ustadz yang menjadi pematerinya.
√ Orang yang dermawan, kagum dengan kebaikannya.
√ Orang yang berdakwah, kagum dengan dakwahnya.

Sufyan At-Tsauri mengatakan : "Ujub adalah perasaaan kagum pada dirimu sendiri, sehingga kamu merasa bahwa kamu lebih mulia dan lebih tinggi derajatnya dibanding orang lain".

Padahal semua kelebihan yang kita dapatkan adalah kelebihan yang kita dapatkan dari ALLAH Ta'ala. Karena itu selayaknya kekaguman hanyalah kepada ALLAH Ta'ala, bukan kepada diri sendiri. Dan ingatlah syaitan akan selalu menggiring manusia untuk masuk ke dalam fikiran berbangga kepada diri sendiri, agar amalan manusia tidak mendapat nilai.

Imam Nawawi Rahimahulloh berkata : "Ketahuilah bahwa keikhlasan niat terkadang dihalangi oleh penyakit ujub. Barangsiapa ujub dengan amalnya sendiri, maka akan terhapus amalnya". (Syarh Arba’in).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Amalkan Shalawat Ini, Dapatkan Syafaat di Hari Kiamat

Selasa, 19 Oktober 2021 | 07:12 WIB

Bau Badan dan Mulut? Ini Doanya

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:06 WIB

Dom Sumurup Ing Banyu

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:39 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:08 WIB

Wasiat Rasulullah dan Perlindungan Sosial

Jumat, 15 Oktober 2021 | 04:45 WIB

Keharusan Moderasi Beragama

Jumat, 15 Oktober 2021 | 04:10 WIB

Meringkas Rakaat Shalat, Begini Caranya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:03 WIB
X