Pesan Kiai Agus Ramadhan saat Lantik Pengurus Pesantren Durrotu Aswaja Semarang

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 14:46 WIB
Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Semarang Kiai Agus Ramadhan berfoto bersama dengan pengurus baru pondok pesantren di Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Semarang, kemarin. (Foto / dokumentasi)
Pengasuh Ponpes Durrotu Aswaja Semarang Kiai Agus Ramadhan berfoto bersama dengan pengurus baru pondok pesantren di Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Semarang, kemarin. (Foto / dokumentasi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Setidaknya ada tiga pesan yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Durrotu Aswaja, Semarang, Kiai Agus Ramadhan saat melantik pengurus baru ponpes yang berlokasi di Kampung Banaran, Kelurahan Sekaran, Gunungpati, Semarang itu.

Ketiga pesan itu adalah, tidak melanggar tradisi pondok pesantren, tradisi Islam serta tradisi masyarakat.

"Ini kesempatan Anda untuk melakukan yang Anda inginkan yang penting tidak melanggar tiga hal yaitu tradisi pondok, tradisi Islam serta tradisi yang ada di masyarakat," kata Kiai Agus Ramadhan, kemarin.

Menurutnya, menjadi seorang pengurus sebuah organisasi, terlebih pengurus pesantren bukanlah sebatas pasang nama, tapi merupakan sebuah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Sambut Tahun Baru Hijiryah, Ini Lafal Do'a Akhir Tahun dan Awal Tahun Lengkap dengan Terjemahnya

Oleh karena itu, dia meminta para santri yang menjadi pengurus harus benar-benar amanah.

"Ini merupakan momen yang tepat untuk mengasah, memaksimalkan atau mengeksplore skill yang pernah Anda pelajari," pesanannya.

Dari sisi keorganisasian, Kiai Agus mengatakan, periode kepengurusan kali ini berbeda dari periode - periode sebelumnya.

Sebab, adanya ketentuan periodisasi kepemimpinan lurah pesantren selama satu tahun untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Lafal Niat Puasa Muharram, Tasu'a, Asyura dan Keutamaannya

"Pada tahun-tahun sebelumnya lurah mengemban amanah lebih dari setahun. Tentu saja hal tersebut dirasa sangat melelahkan, sehingga kinerja menjadi kurang maksimal," katanya.

Kiai Agus berharap dengan adanya batasan waktu masa pengabdian, para santri yang mendapat amanah sebagai pengurus bisa menata waktu dengan lebih baik untuk mencapai target yang lebih jelas.

"Masa khidmah satu tahun ini pastinya ada evaluasi berkala dari para santri, targetnya apa, yang masih belum tercapai apa, ini harapannya jadi lebih cepat diantisipasi," terangnya.

Sebanyak 31 santri putra dan 48 santri putri telah dilantik sebagai pengurus pesantren masa khidmah 2021-2022.

Baca Juga: Kunjungi Papua, Mensos: Anak-anak Perlu Dapatkan Akses Pendidikan

Lurah kompleks santri putra saat ini diemban oleh Agung Rahayu dan untuk kompleks putri digawangi oleh Ifti Rahmatika.

Dengan resminya para pengurus menyandang jabatan penting di pesantren, Agus Ramadhan pun mengingatkan lamanya waktu yang melenakan dan terkesan singkat.

“Perjalanan Anda menjadi pengurus bukanlah perjalanan yang pendek, tetapi Anda ini pengurus selama satu tahun, maka bersiap-siaplah," pesannya.

Agus Ramadhan melanjutkan, seorang pemimpin atau seorang santri harus memiliki dua hal.

Baca Juga: Istighotsah Malam 1 Suro Bersama Gus Mus

Kedua hal itu, yakni memiliki daya tahan seperti emas, dan memiliki sifat seperti filosofi kehidupan lebah.

"Emas semakin digosok maka semakin mengkilap. Semakin dimasukkan dalam temperatur tinggi, maka kualitasnya akan semakin baik. Begitu juga seorang pegurus, Anda harus menjadi seperti emas, semakin digojloki harus semakin mengkilap," terangnya.

Kemudian, seorang santri juga harus seperti lebah yang sangat teliti dalam memakan sesuatu.

Lebah hanya memakan madu dan yang dikeluarkan juga madu. Artinya dari yang dikonsumsi sampai yang dihasilkan merupakan kebaikan.

"Begitu pula seorang pemimpin, seorang santri harus pintar memilih dan memilah sesuatu agar dapat mengeluarkan sesuatu yang baik pula," terangnya.

Karena itu ia meminta agar para pengurus dalam menjalankan amanah harus yakin dari awal dan selalu istikamah dalam kebaikan demi masa depan yang lebih baik.

Halaman:
1
2
3

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Kekudhung Walulang Macan

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:17 WIB

Penyakit Umat Beragama

Jumat, 21 Januari 2022 | 03:13 WIB

Pendidikan Reproduksi Sehat Terpadu

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:21 WIB

Cincing-Cincing Meksa Klebus

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:15 WIB

Hubbul Wathon Minal Iman

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:10 WIB

KH Imam Ghozali, Perintis Perguruan Al-Islam

Jumat, 14 Januari 2022 | 04:01 WIB

Mereduksi Intoleransi, Merangkul Perbedaan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:53 WIB

Apa Alane Gawe Seneng Liyan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:47 WIB

Dakwah Bilhal Kiai Kholil bin Mahalli Benda

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:43 WIB

Mahram pada Perjalanan Perempuan

Jumat, 7 Januari 2022 | 04:36 WIB
X