Inspirasi : Gus Tanto Menyisir Jalanan Sadarkan Preman Kembali Jalan yang Benar

- Kamis, 8 Desember 2022 | 07:42 WIB
Gus Tanto (SM/Pamungkas Suci Ashadi)
Gus Tanto (SM/Pamungkas Suci Ashadi)

suaramerdeka.com - Kejahatan tak bisa dihilangkan, namun masih bisa dikurangi. 

Sebab yang namanya hitam dan putih atau kejahatan dan kebaikan sudah ada di dunia ini. 

Kalau di dunia ini hanya ada kejahatan saja maka dunia ini akan kiamat. 

Begitupun jika dunia ini hanya ada kebaikan saja, maka dunia ini juga akan kiamat. 

Kalimat inilah yang menjadikan KH. Muhammad Khuswanto atau akrab disapa Gus Tanto berniat untuk mengurangi kejahatan yang meresahkan masyarakat. 

Baca Juga: Cara Menanam Bayam di Rumah, Tak Sampai Sebulan Sudah Panen, Tukang Sayur Bisa Gigit Jari

Bermula dari kondisi sosial di lingkungannya, yaitu daerah Perbalan Purwosari Semarang menjadi sarang penyamun dan masyarakatnya banyak berurusan dengan hukum atau aparat kepolisian. 

Bahkan Gus Tanto menyaksikan sendiri, pada masa kecilnya di daerah Kampung Perbalan memegang teguh prinsip bahwa orang yang merasa menang itulah orang yang kuat.

Sehingga mereka senang menindas orang-orang yang lemah. 

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pitutur: Gusti Mboten Sare

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:22 WIB

KH Mustahal, Sosok Ulama Istiqomah

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:16 WIB

Tugas Istri Bernilai Dunia Akhirat

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:35 WIB

Pitutur: Gemi, Mastiti dan Ngati-ati

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:11 WIB

KH Agus Salim Pembelajar yang Bersahaja

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:04 WIB

Aspal Plastik dan Fungsi Kekhalifahan

Jumat, 27 Januari 2023 | 05:48 WIB
X