Menyikapi Bencana Alam

- Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB
Dr Ummul Baroroh MAg. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Dr Ummul Baroroh MAg. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

 

PADA 21 NoVember yang lalu kita dikejutkan dengan berita gempa bumi yang terjadi di Cianjur.

Gempa itu telah menelan korban ratusan jiwa, puluhan ribu terluka, ratusan rumah hancur. Belum selesai identifikasi korban, bencana alam lain seperti banjir, angin taufan, tanah longsor menyusul.

Bencana demi bencana, besar atau kecil, telah menghiasi kehidupan di Indonesia dari waktu ke waktuI.

Mengapa bencana alam selalu silih berganti? Bagi orang yang beriman, bencana alam merupakan takdir Allah SWT.

Nabi Muhammad bersabda bahwa Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi (HR Muslim, no. 2653).

Baca Juga: Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Pada hakikatnya, bencana itu merupakan ujian atau cobaan dari Allah SWT atas keimanan kita.

Pada masa nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad bencana seringkali terjadi sebagai bentuk hukuman bagi kaum yang mengingkari nabinya.

Pada masa Nabi Muhammad SAW, hukuman itu tidak dilaksanakan secara langsung, tetapi ditangguhkan di akhirat kelak.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pitutur: Gusti Mboten Sare

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:22 WIB

KH Mustahal, Sosok Ulama Istiqomah

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:16 WIB

Tugas Istri Bernilai Dunia Akhirat

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:35 WIB

Pitutur: Gemi, Mastiti dan Ngati-ati

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:11 WIB

KH Agus Salim Pembelajar yang Bersahaja

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:04 WIB

Aspal Plastik dan Fungsi Kekhalifahan

Jumat, 27 Januari 2023 | 05:48 WIB
X