Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

- Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB
Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Umum MUI Jawa Tengah. (foto: dok penulis)
Dr KH Ahmad Darodji MSi, Ketua Umum MUI Jawa Tengah. (foto: dok penulis)

KALIMAT adoh tanpa wangenan berarti jauh tak terukur (tak berjarak) Cedak tanpa senggolan artinya dekat tanpa sentuhan.

Wewarah tersebut sering dipakai untuk menggambarkan rindu yang dirasakan oleh seseorang terhadap kekasihnya.

Ketika mereka sedang berpisah maka sehari konon terasa setahun dan setahun serasa sewindu, maka keinginannya adalah segera bertemu.

Sebaliknya ketika sedang marah atau benci, maka meskipun mereka dekat tetapi tak ada teguran apalagi sentuhan.

Baca Juga: Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Namun makna hakiki dari wewarah itu adalah kerinduan hamba (manusia) kepada sang Pencipta yang Maha Kasih Sayang.

Sebagian orang tidak dapat merasakan kasih sayang Tuhan, yang ada (dirasakan) hanyalah derita yang karenanya dia menuduh Tuhan tidak adil, sehingga kewajiban-kewajibannya sebagai manusia tak dilakukannya.

Tak ada teguran (dzikir) pada Tuhan, maka sentuhan kasih sayang Tuhanpun tak dirasakannya.

Berbeda dengan sebagian orang yang lain. Tuhan baginya dirasakan sebagai kekasih.

Tuhan dirasa begitu dekat dan selalu membelainya dengan kasih sayang sehingga baginya Tuhan adalah kekasih.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tugas Istri Bernilai Dunia Akhirat

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:35 WIB

Pitutur: Gemi, Mastiti dan Ngati-ati

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:11 WIB

KH Agus Salim Pembelajar yang Bersahaja

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:04 WIB

Aspal Plastik dan Fungsi Kekhalifahan

Jumat, 27 Januari 2023 | 05:48 WIB
X