Silatnas III Bu Nyai Nusantara Bakal Bahas Aneka Permasalahan Pesantren Putri

- Sabtu, 5 November 2022 | 09:07 WIB
Nyai Hajjah Royannach Ahal  (tengah), bersama Ketua Panitia Nyai Hajjah Maunah (kiri) dan anggota panitia (kanan) berbincang sesaat setelah rapat mempersiapkan Silatnas III Bu Nyai Nusantara, di Semarang, (SM/dok)
Nyai Hajjah Royannach Ahal (tengah), bersama Ketua Panitia Nyai Hajjah Maunah (kiri) dan anggota panitia (kanan) berbincang sesaat setelah rapat mempersiapkan Silatnas III Bu Nyai Nusantara, di Semarang, (SM/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Akhir-akhir ini banyak terjadi peristiwa buruk mencuat dari pondok pesantren.

Di antaranya kekerasan seksual pada santri putri.

Namun perhatian publik cenderung kepada pelaku.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Panitia Silatnas III Bu Nyai Nusantara, Nyai Hajjah Royannach Ahal, saat rapat panitia di Semarang, Jumat, 4 November 2022.

Baca Juga: Tingkatkan Imun, Santri Putri Ponpes Nurul Amin Senam Bersama Mahasiswa KKN MIT DR XII Kelompok 30

Menurut Pengasuh Ponpes Putri Permata, Kajen Margoyoso, Pati, Jawa Tengah itu, pelaku dihujat, pemerintah turun tangan, norma hukum ditegakkan.

Ketika pelaku dijatuhi hukuman berat, masyarakat merasa sudah puas.

Padahal yang harus lebih diperhatikan, kata dia, adalah korbannya.

Si korban sudah pasti bubrah kegiatan belajarnya, kacau jadwal ngajinya.

Halaman:

Editor: Hendra Setiawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tugas Istri Bernilai Dunia Akhirat

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:35 WIB

Pitutur: Gemi, Mastiti dan Ngati-ati

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:11 WIB

KH Agus Salim Pembelajar yang Bersahaja

Jumat, 27 Januari 2023 | 06:04 WIB

Aspal Plastik dan Fungsi Kekhalifahan

Jumat, 27 Januari 2023 | 05:48 WIB
X