Rasulullah Sang Pejuang HAM Dan Kesetaraan

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 12:36 WIB
Dr Hj Arikhah. (suaramerdeka.com / dok)
Dr Hj Arikhah. (suaramerdeka.com / dok)

BULAN Rabiul Awal seperti sekarang ini, selain mengingatkan kembali kelahiran Rosulullah shahibul uswah, shahibus syafaah juga sang pejuang HAM, yaitu penggerak kemanusiaan yang berkeadilan tanpa memandang kebangsaan, suku, agama, ras bahkan jenis kelamin.

Di tangan Rasulullah SAW diperjuangkan untuk memperoleh kesederajatan, mengantarkan manusia sebagai makhluk Allah SWT terbaik, bermartabat sehingga layak menjadi khalifatun fil ardh.

Hal-hal diatas yang menjadi ruh perjuangan dakwah Rasulullah, sebagaimana sabdanya: innamaa bu'istu li utammima makaarimal akhlaq (Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia).  

Dalam persoalan kesetaraan laki-laki dan perempuan, dapat dilihat dinamisasi sejarah dalam memperlakukan perempuan.

Nabi telah memberlakukan contoh dan tindakan yang khas bagi perempuan sebagai manusia bermartabat dan berintelektual setara dengan manusia laki-laki.

Pertama, nilai dan harkat martabat manusia jenis perempuan oleh Rosulullah diangkat setinggi tingginya, setara dengan jenis kelamin lainnya (laki-laki).

Perempuan tidak boleh diperlakukan sebagaimana barang, sebagaimana yang terjadi pada masa sebelumnya (jahiliyah), perempuan dapat dimiliki sepenuhnya oleh laki-laki  (tidak berlaku sebaliknya) dalam jumlah yang tidak terbatas.

Pada masa Islam laki-laki hanya boleh memiliki perempuan (sebagai istri/parter hidup) sejumah maksimal 4 orang saja. Sebelum Islam, perempuan sebagai istri selain dapat diwariskan bahkan juga dapat menjadi jaminan hutang suaminya.

Kedua, dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, perempuan diberikan akses yang sama dengan laki-laki.

Hal ini adalah satu lompatan yang sangat luar biasa dari Rosulullah SAW dalam mengangkat derajat perempuan sebagai makhluk yang berpasangan dengan manusia laki-laki untuk bersama-sama saling mengisi dan melengkapi dalam mengemban tugas kekhalifahan dimuka bumi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X