Pesantren Birrul Walidain

- Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:11 WIB
Prof Dr H Gunarto SH MH, Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang. (suaramerdeka.com/dok)
Prof Dr H Gunarto SH MH, Rektor Universitas Islam Sultan Agung Semarang. (suaramerdeka.com/dok)

 

PENDIDIKAN akhlak merupakan modal terpenting dalam pembentukan kepribadian yang sangat berguna bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Generasi muda adalah penerus pembangunan dalam semua aspek.

Merosotnya moral generasi muda merupakan pertanda akan merosotnya moral anak bangsa. Penyebab merosotnya akhlak bangsa adalah kurangnya pemahaman agama di tengah-tengah masyarakat dan kurangnya pendidikan akhlak.

Kemerosotan akhlak dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu bukti gagalnya pendidikan selama ini terutama dalam bidang akhlak.

Pendidikan akhlak dapat diperoleh dimana saja di rumah, di sekolah, di lingkungan pergaulan sesama teman dan berbagai tempat lainnya. Pendidikan akhlak yang baik berlaku terus menerus dan berkelanjutan dan tidak dibatasi periode dan masa.

Pasca lulus SMA dan kemudian dilanjutkan dengan kuliah merupakan salah satu fase yang sangat rawan dalam pembentukan akhlak dan kepribadian generasi muda. Setidaknya ada dua hal yang menjadi alasannya.

Pertama, saat sekolah di SMA seorang siswa biasanya akan terikat oleh aturan yang ketat di sekolah oleh guru- gurunya maupun di rumah bersama dengan orang tuanya.

Namun saat ia mulai memasuki dunia perkuliahan ia akan mendapatkan dunia yang sama sekali berbeda yang relatif bebas dan longggar dalam semua aspeknya.

Yang kedua, proses pendidikan di dunia perkuliahan akan mendorong pola pikir generasi muda jadi lebih responsif dan lebih mengkedepankan logika. Sehingga akan menjadi sebuah kerugian besar dalam dunia pendidikan manakala generasi muda tersebut membangun logikanya secara bebas tanpa bimbingan nilai nilai agama.

Kebebasan berpikir dan kebebasan lingkungan pergaulan banyak memberi warna negatif bagi sebagian besar generasi muda kita terlebih jika mereka sudah jauh dari kontrol orang tua karena terpisah rumah, terpisah kota. Kita sebagai orang tua paham bentul kekhawatiran semacam itu saat harus melepas putra putri kita ke perguruan tinggi.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X