Amalan Penting di Bulan Muharam

- Jumat, 30 Juli 2021 | 00:05 WIB
Dr Hj Arikhah. (suaramerdeka.com / dok)
Dr Hj Arikhah. (suaramerdeka.com / dok)

Arik Bulan Dzulhijjah hampir berakhir, bulan Muharram akan segera hadir menandai datangnya tahun baru 1443 hijriyah.

Kedatangan Muharram tentu diperlukan persiapan dan penyambutan secara khusus, baik secara mental, spiritual bahkan mungkin secara fisik. Pergantian tahun mesti disikapi dengan semangat dan nilai baru agar prestasi dan capaian di segala bidang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa bulan Muharram merupakan salah satu dari bulan-bulan yang mulia, “arba’atun hurum” sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah ayat 36, demikian juga dijelaskan oleh Hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abi Bakrah : “Sesungguhnya masa berputar seperti hari saat Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah 12 bulan, di antaranya ada empat bulan yang mulia. Yang tiga secara beriringan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram, dan Rajab yang terletak antara Jumada dan Sya’ban.” Oleh karenanya umat Islam memperbanyaka ibadah-ibadah sebagaimana sudah diajarkan para ulama terdahulu.

Imam Fahruddin ar-Razi dalam tafsir Mafatih al-Ghaib menjelaskan, “Arba’atun Hurum” dimaksudkan dengan bulan-bulan yang dimuliakan di sini yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, yang jika melakukan perbuatan maksiat di bulan-bulan tersebut siksanya lebih berat, demikian juga tatkala melakukan ketaatan di dalam bulan ini pahalanya akan dilipatgandakan” (Juz 16, hlm.14).

Pada masa Rasulullah, di bulan bulan mulia tersebut peperangan juga harus dihentikan demi menghormati keagungannya dan untuk meningkatkan ibadah.

Ganjaran yang dilipatkandakan sebagaimana diungkapkan diatas, seringkali kemudian oleh masyarakat ditelan mantah-mentah dan disalah artikan.

Dengan melakukan ibadah sedikit tetapi mendapatkan pahala yang luar biasa banyak, apalagi kemudian disandarkan pada Nabi yang ternyata hadisnya tidak shohih.

Dalam pelaksanaan ibadah yang sudah berjalan, sepanjang amalan tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syariat apabila, maka tentu amalan tersebut dapat dilakukan.

Namun jika bertentangan dengan al-Quran dan hadis yang shahih tentu harus ditinggalkan, termasuk dalam hal ini amalan-amalan yang terkait dengan bulan Muharram.

Salah satu yahg dianjurkan sebagai pembuka aktivitas beribadah di bulan Muharram, diawali dengan berdoa akhir tahun dan awal tahun di malam tahun baru 1 Muharram, sebagai bagian dari ikhtiyar memasuki tahun kedepan secara lebih baik, dengan memanfaatkan momen pergantian tahun sebagai sebuah momen introspeksi diri, bukan hanya waktu yang telah berlalu dan tidak berbekas apapun.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Apapun Hajatmu, Bacalah Doa Mustajab Ini

Sabtu, 25 September 2021 | 20:39 WIB

Doa Sebelum dan Sesudah Makan, Begini Lafadz dan Artinya

Sabtu, 25 September 2021 | 08:48 WIB

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kamis, 23 September 2021 | 22:40 WIB

KHM Mustajab, Pendiri Pondok Islahut Tholibin

Kamis, 23 September 2021 | 22:25 WIB

Pesantren Agen Perjuangan Kelas

Kamis, 23 September 2021 | 22:15 WIB

Endhas Gundhul Dikepeti

Kamis, 23 September 2021 | 22:01 WIB

Pentingnya Menjaga Shalat Lima Waktu

Senin, 20 September 2021 | 17:13 WIB

Ini Keringanan Shalat bagi Musafir

Senin, 20 September 2021 | 10:17 WIB

Gajah Alingan Suket Teki

Jumat, 17 September 2021 | 07:15 WIB

Perpres Dana Abadi Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 06:30 WIB

KH. Abdullah Sajad, Perintis Dakwah di Semarang Wetan

Jumat, 17 September 2021 | 05:50 WIB

Perempuan dan Literasi Keuangan

Jumat, 17 September 2021 | 05:39 WIB
X