Nabok Nyilih Tangan

- Kamis, 22 September 2022 | 23:08 WIB
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)

MEMUKUL dengan meminjam tangan. Pitutur itu sering dijelaskan dengan "tumindak ala kanthi kongkonan wong liya"

Kita sependapat dengan para sepuh yang memasukkan isi pitutur ini ke dalam kelompok perbuatan yang tercela.

Pada peribahasa Indonesia, nasehat yang sekarang tidak diajarkan lagi itu, ada ungkapan "lempar batu sembunyi tangan" yang artinya hampir sama dengan ungkapan nabok nyilih tangan.

Keduanya adalah perbuatan jahat tanpa adanya kemauan untuk bertanggung jawab dari pelakunya.

Tentu ini adalah sikap tidak ksatria, tidak jantan atau pengecut.

Dalam permusuhan atau persaingan sering kita mendengar adanya intrik.

Intrik ini menjadi alat pihak yang berseteru. Mereka menyusun strategi jahat untuk mengalahkan lawan. Lawan perlu dijatuhkan, dikalahkan bahkan disingkirkan.

Adakah kita di sana? Kalau sejenak kita renungkan, saat ini banyak orang melakukan hal itu tanpa menyadari kesalahannya.

Ya, contohnya masih menjadi isu keseharian kita, hoax, berita bohong, fitnah dan ujaran kebencian adalah perbuatan jahat yang ditujukan kepada sasaran tertentu dengan meminjam tangan sebagian orang dan menggunakan media.

Sebagian orang menviralkan dan menshare, maka tanpa sadar dia sudah menjadi tangan dari pembuat hoax dan sebagainya itu. Begitu pula media yang digunakan. 

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X