Rebo Wekasan, Apakah Benar Hari Turunnya Bala? Simak Penjelasannya

- Rabu, 21 September 2022 | 09:06 WIB
Ilustrasi Rebo Wekasan yang jatuh pada Rabu 21 September 2022 (Pixabay)
Ilustrasi Rebo Wekasan yang jatuh pada Rabu 21 September 2022 (Pixabay)

“Akhiru Arbi'ai fi al-syahri yawmu nahsin mustammir” Rabu terakhir setiap bulan adalah hari sial terus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Semarang 21 September 2022: Berawan, Berpotensi Diguyur Hujan Ringan pada Malam Hari

Namun ini berlawanan dengan hadis sahih yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah.

"Tidak ada wabah (yang menyebar dengan sendirinya tanpa kehendak Allah), tidak pula ramalan sial, tidak pula burung hantu dan juga tidak ada kesialan pada bulan Shafar. Menghindarlah dari penyakit kusta sebagaimana engkau menghindari singa." (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Bulan Safar pada masa Jahiliyah yang lampau, dipercaya merupakan bulan sial.

Baca Juga: Jepang Mulai Berikan Vaksin Covid-19, Ditargetkan untuk Varian Omicron

Anggapan sial yang telah melekat secara turun temurun pada umat jahiliah inilah yang membuatnya jadi terkenal dan terus ada.

Jadi, masih ada sedikit-sedikit hingga di masa saat ini.

Menurut Syekh Abdul Hamid Quds melalu kitabnya, Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur. menerangkan:

"Jika terdapat begitu banyak Wali Allah yang memiliki pengetahuan spiritual tingkat atas (Kasyaf) menyampaikan jika pada tiap tahun, Allah swt menurunkan sebanyak 320.000 aneka ragam bala bencana ke bumi dan semuanya pertama kali tiba saat hari Rabu terakhir pada bulan Safar."

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pitutur: Gusti Mboten Sare

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:22 WIB

KH Mustahal, Sosok Ulama Istiqomah

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:16 WIB
X