Mayoritas Muslim Indonesia Anut Faham Sunni

Red
- Senin, 26 Juli 2021 | 21:45 WIB
Foto Prof Dr H Noor Achmad MA
Foto Prof Dr H Noor Achmad MA

SEMARANG, suaramerdeka.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr H Noor Achmad MA mengatakan, dalam Munas MUI menegaskan bahwa faham yang dianut oleh mayoritas umat Islam Indonesia dan diakui oleh MUI adalah faham Sunni atau Ahlussunnah wal Jamaah.

‘’Faham Sunni adalah faham wasathiyatul Islam (Islam moderat) sehingga tidak bisa menerima faham yang bersifat tafrith (radikal) dan ifrath (liberal). MUI juga berarti tidak menerima faham Syiah dan faham yang mudah mengkafirkan sesama muslim (takfiri),’’ tegasnya di Semarang.

Noor Achmad yang juga Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI itu merasa bersyukur karena di usia ke-46, Majelis Ulama tetap istikamah menjalankan fungsinya sebagai himayatul ummah (pelindung umat), khadimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah).

Baca Juga: Kompor Listrik Lebih Hemat, Ketua PKK Salatiga: Lebih Aman Dibanding Konvensional

‘’Melindungi umat dari faham radikal dan liberal adalah bagian dari fungsi MUI,’’ tegas Guru Besar Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang itu.

Menurut Ketua Dewan Pelaksana Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) itu, faham Sunni dipilih semata- mata dalam rangka menjaga harmoni ,moderasi  dan toleransi antara umat Ialam satu dengan lainnya dan tentu dalam kontek kebangsaan dan ke-Indonesia-an.

‘’Faham Sunni juga dimaksudkan untuk menangkal adanya transnasional ideologi yang semakin banyak mempengaruhi masyarakat di Indonesia,’’ katanya.

Karena faham Sunni antitakfiri (mengkafirkan) sesama muslim maka tidak mudah menyalahkan faham yang lain.

Baca Juga: Kampus Dituntut Cetak Lulusan Berkualitas, Kurikulum Merdeka Belajar Jawabannya

‘’Hanya saja untuk di Indonesia faham yang lain kurang pas dan dikhawatirkan memunculkan konflik horizontal, maka diharapkan pemerintah dan pemangku kepentingan yang lain terkait dengan faham keagamaan ini bisa memaklumi,’’ tegasnya.
 
Di kalangan Nahdlatul Ulama, menurut Noor Achmad dikenal konsep mabadi' khaira ummah ats-Tsalatsah yang dirumuskan oleh ulama NU tahun 1938. Tujuannya memberi rambu-rambu dalam melakukan perdagangan internasional.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Doa Sebelum dan Sesudah Makan, Begini Lafadz dan Artinya

Sabtu, 25 September 2021 | 08:48 WIB

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kamis, 23 September 2021 | 22:40 WIB

KHM Mustajab, Pendiri Pondok Islahut Tholibin

Kamis, 23 September 2021 | 22:25 WIB

Pesantren Agen Perjuangan Kelas

Kamis, 23 September 2021 | 22:15 WIB

Endhas Gundhul Dikepeti

Kamis, 23 September 2021 | 22:01 WIB

Pentingnya Menjaga Shalat Lima Waktu

Senin, 20 September 2021 | 17:13 WIB

Ini Keringanan Shalat bagi Musafir

Senin, 20 September 2021 | 10:17 WIB

Gajah Alingan Suket Teki

Jumat, 17 September 2021 | 07:15 WIB

Perpres Dana Abadi Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 06:30 WIB

KH. Abdullah Sajad, Perintis Dakwah di Semarang Wetan

Jumat, 17 September 2021 | 05:50 WIB

Perempuan dan Literasi Keuangan

Jumat, 17 September 2021 | 05:39 WIB

Sholawat Nariyah, Tata Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

Senin, 13 September 2021 | 17:32 WIB
X