Strategi Bakar Uang

- Jumat, 16 September 2022 | 07:43 WIB
Rektor Universitas Dian Nuswantoro UDINUS, Prof Dr Ir H Edi Noersasongko MSc. (suaramerdeka.com/dok)
Rektor Universitas Dian Nuswantoro UDINUS, Prof Dr Ir H Edi Noersasongko MSc. (suaramerdeka.com/dok)

 

STRATEGI bakar uang ataupun strategi membunuh lawan, adalah strategi sengaja menjual dengan harga rugi, yang penting pembeli banyak berdatangan, barang cepat habis, dan uang kontan segera didapatkan.

Dengan adanya strategi semacam ini, tentu saja para pesaing akan ditinggal pelanggan atau kehabisan uang kontan / tunai.

Dengan melakukan strategi semacam ini, pembeli akan menjadi senang karena mendapat harga dengan sangat murah. 

Pembeli seperti ini biasanya segera melakukan pembelian ulang ataupun akan  memborong barang sebanyak mungkin ataupun melakukan woro-woro kepada teman atau saudara agar ikut membeli dan memborong barang tersebut.

Dampak utama bagi para pesaing adalah; secara otomastis pelanggan akan meninggalkan mereka, dan ini bisa diartikan para pesaing akan kehabisan uang tunai karena barang dagangan menumpuk tidak laku dijual.

Kehabisan uang kontan atau uang tunai, merupakan salah satu alasan mengapa sebuah perusahaan harus ditutup.

Dengan demikian, pembakaran uang secara langsung di sebuah perusahaan, sangat berkaitan dengan ketersediaan uang tunai bagi perusahaan pesaing.

Selain itu, tingkat pembakaran uang yang tinggi juga diperlukan  untuk mendapatkan sumber pendanaan yang cepat dan baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat banyak hal yang ditawarkan dengan menggunakan berbagai strategi bakar uang, misalnya: dengan memberi insentif berupa voucher diskon, cashback, gratis ongkir, flash sale dan lain sebagainya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB
X