Umrah Bersama Gus Yusuf, Merajut Kebersamaan, Berdoa untuk Negeri

- Rabu, 14 September 2022 | 22:03 WIB
Umrah. (suaramerdeka.com/dok)
Umrah. (suaramerdeka.com/dok)

Sa’duna fiddunya fauzuna fil ukhra
bi Khadijatal Kubro wa Fatimataz Zahra
Kebahagiaan kami di dunia keberuntungan kami di akhirat
dengan perantara Khadidjah Al Kubro dan Fathimah Az Zahra

Sebait kasidah "Sa’duna" yang popular setelah KH Maimoen Zubair wafat, Selasa Pon, 6 Agustus 2019M/5 Dzulhijjah 1440H.

Tiba-tiba menggema di pelataran pemakaman Jannatul Ma’la, Kota Suci Makkah, belum lama ini.

Kasidah itu dilantunkan dengan merdu oleh Moh Zen ADV, anggota DPRD Jateng bersama KH Ahmad Badawi Basyir dan KHM Yusuf Chudlori saat memasuki pelataran Ma’la.

Pagi itu, para pengurus DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan DPC PKB se-Jateng serta beberapa kiai pengasuh pondok pesantren hendak berziarah ke makam ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang KH Maimoen Zubair (Mbah Moen).

Di kalangan santri dan Nahdliyyin nilai ketawaduan dan ketaatan kepada kiai menjadi doktrin yang tidak pernah berubah. Bahkan saat kiai itu wafat seolah-olah ada kewajiban untuk menziarahi makamnya.

"Umrah Bersama Gus Yusuf" yang diselenggarakan oleh DPW PKB Jawa Tengah menjadikan ziarah sebagai menu acara yang wajib diikuti para peserta sebagai obat kerinduan kepada Rasulullah Saw, para Sahabat dan alim ulama yang menyebarkan dakwah Islam di Indonesia.

Saya agak heran, biasanya berdoa dengan suara agak keras di Ma’la akan diusir-usir oleh penjaga makam.

Tetapi rombongan "Umrah Bersama Gus Yusuf" begitu bebas dan leluasa membaca tahlil dan syair kasidah Sa’duna.

Tahlil dimulai di makam Ummul Mukminin Siti Khadijah, kemudian Sayid Muhammad AlMaliki AlHasani dan Sayid Abbas AlMaliki AlHasani, makam KH Muslih bin Abdurrohman bin Qosidil Haq Suburan Mranggen, Demak dan makam KH Maimoen Zubair.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

X