Anasom Teliti Manuskrip Kitab Tafsir Tahun 1.000 H, Diperkirakan Tertua di Indonesia

- Sabtu, 10 September 2022 | 08:23 WIB
Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Dr KH Anasom M.Hum saat melakukan penelitian di Museum Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)
Peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Dr KH Anasom M.Hum saat melakukan penelitian di Museum Masjid Agung Demak dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin Yusuf)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dalam upaya digitalisasi pada dua museum yaitu Museum MAJT dan Museum Masjid Agung Demak, peneliti Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Dr KH Anasom MHum mengidentifikasi temuan menarik yaitu Kitab Tafsir tahun 1.000 H atau kurang lebih tahun 1590-an masehi.

‘’Dari kolovon manuskrip kitab tafsir yang tertulis pada bagian akhir kitab, terbaca sanah alf (tahun 1.000 H). Maka manuskrip ini merupakan manuskrip tertua dari Kitab Tafsir yang ada,’’ kata Kiai Anasom yang juga Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Semarang kepada wartawan di Semarang, Jumat, 9 September 2022.

Beberapa waktu lalu Ginanjar Syakban yang juga peneliti turats PBNU telah mengidentifikasi manuskrip tafsir di Keraton Cirebon berangka tahun 1.035 H.

Baca Juga: Bersyukurlah 6 Zodiak Ini, Rezeki Bertabur Cuan Datang Menghampiri, Saatnya Beli Hp Seri Terbaru

Dengan demikian manuskrip Kitab Tafsir Masjid Agung Demak tersebut menurut Anasom diduga lebih tua dibanding temuan Tafsir di Cirebon tersebut.

Sebenarnya Kitab Tafsir yang sama juga ada di Museum MAJT Jalan Gajahraya Semarang. Namun, usia manuskrip Tafsir di Museum MAJT berasal dari abad 19.

Selisih 400 tahun dari yang terdapat di Masjid Agung Demak.

Baca Juga: Bahagia Sekali 7 Zodiak Ini, Disirami Keberuntungan yang Memuat Rezeki dan Cuan, Siap-siap Kaya

‘’Lalu manuskrip Kitab Tafsir apa?’’ tanya wartawan. Anasom pmenjelaskan, dari hasil identifikasi dan perbandingan dari sisi isinya, Kitab Tafsir itu diyakini adalah manuskrip Kitab Tafsir Jalalain. ‘’Kebetulan baik yang berada di MAJT maupun di Masjid Agung Demak, sama-sama kitab Tafsir Jalalain. Ternyata juga isi kitab itu sama yaitu juz 15 sampai juz 30,’’ kata Ketua Muallaf Center MUI Jateng itu.

Menurut Anasom, umat Islam terutama kalangan pesantren sangat paham Tafsir al-Jalalain adalah sebuah Kitab Tafsir Al-Qur'an terkenal.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X