Memperkuat Pilar Keluarga

- Jumat, 9 September 2022 | 20:04 WIB
Prof Dr Sri Suhandjati, Ketua MUI Jateng bidang PRK. (foto: dok penulis)
Prof Dr Sri Suhandjati, Ketua MUI Jateng bidang PRK. (foto: dok penulis)

MENINGKATNYA angka perceraian dimasa pandemi ini, memprihatinkan berbagai pihak.

Peningkatan perceraian di Indonesia dapat dilihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2020 sebanyak 291.677 dan  pada tahun 2021 bertambah menjadi 447.743.             

Penyebab terjadinya perceraian juga bertambah. Selain masalah kesulitan ekonomi, ada pula kekerasan psikis dalam rumah tangga, yang  pelakunya bisa suami atau isteri, anggota keluarga atau selainnya.

Termasuk dalam kekerasan tersebut berupa kata kata kotor dan menyakitkan, marah marah yang tidak jelas alasannya, mendiamkan atau tidak mengajak bicara dalam jangka waktu yang lama.

Beberapa kasus kekerasan psikis yang terjadi dilingkungan keluarga,ada yang disebabkan karena belum terciptanya saling pengertian antara  suami dengan isteri.

Hal ini dapat menjadi sebab terjadinya salah paham, yang memicu timbulnya pertengkaran dan saling tidak berkomunikasi dalam waktu yang lama.

Apabila hal tersebut terjadi terus menerus, dapat menyebabkan perceraian.

Karenanya, komunikasi dengan pasangan, perlu dibangun serta dijaga setiap waktu. Agar satu sama lain, dapat mengetahui sifat dan sikapnya dalam berbagai hal.

Dan tidak ada hambatan untuk sewaktu waktu, perlu menyelesaikan problem yang dihadapi keluarga,

Pada tahap awal pernikahan, suami isteri sebaiknya membuat kesepakatan untuk membangun pilar pilar rumah tangganya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB
X