Kampung Melayu dan Muktamar NU 1929

- Jumat, 9 September 2022 | 17:51 WIB
Dr Tedi Kholiludin, Direktur Centre for Religious Moderation Studies (CRMS)  Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang.
Dr Tedi Kholiludin, Direktur Centre for Religious Moderation Studies (CRMS) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang.

 

SETELAH melakukan revitalisasi terhadap wilayah Kota Lama, Pemerintah Kota Semarang melanjutkannya ke area yang berdekatan; Kawasan Kampung Melayu.

Pemerintah menargetkan revitalisasi sudah rampung pada Agustus atau September 2022 ini. Sarana fisik yang menjadi kebutuhan publik seperti jalan serta drainase diperbaiki.

Lain halnya dengan Kawasan kota Lama, penataan Kampung Melayu mungkin membutuhkan cara yang sedikit berbeda karena di wilayah tersebut adalah area pemukiman penduduk, bukan perkantoran atau pertokoan laiknya di Kota Lama.

Revitalisasi yang dimulai dengan perbaikan sarana penunjang fisik karenanya mesti memperhatikan mobilitas masyarakat.

Keputusan Pemerintah Kota Semarang untuk menghidupkan kembali kawasan Kampung Melayu, salah satunya, didorong untuk menciptakan magnet pariwisata di Kota Semarang.

Dalam beberapa kali kesempatan, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi ingin menjadikan Kampung Melayu sebagai salah satu ikon wisata baru. Kampung Melayu merupakan bahan baku yang berpotensi disulap sebagai destinasi.

Dari aspek komposisi etnis, Kampung Melayu bisa digambarkan sebagai representasi dari kawasan is akitaral. Penduduk dengan latar belakang etnik yang beragam; Arab, Madura, Banjar, Jawa, Cirebonan, Tionghoa  dan sebagainya.

Secara historis, ini tentu tidak lepas dari posisi Kampung Melayu yang pada akhir abad 18 dan awal abad 19 menjadi tempat pemukiman dari mereka yang datang ke Semarang. Secara alamiah kemudian terjadi pengelompokan pemukiman atas dasar situasi multietnik tersebut.

Selain karakteristik yang berbeda dari sisi hunian, hal lain yang membedakan Kampung Melayu dan Kawasan Kota Lama adalah sisa bangunan lama yang ikonik.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X