Harapan Milad Ke-46 MUI

- Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB
Agus Fathuddin Yusuf (SM/dok)
Agus Fathuddin Yusuf (SM/dok)

Baca Juga: Semangat Patriotisme dan Solidaritas, Dandim Madiun Bersama Kapolres Door to Door Bagikan Sembako

Kedua, penggunaan kata al-wasath terdapat indikasi yang menunjukkan jati diri umat Islam yang sesungguhnya, yaitu bahwa mereka menjadi yang terbaik, karena mereka berada di tengah-tengah, tidak berlebih-lebihan dan tidak mengurangi baik dalam hal akidah, ibadah, maupun muamalah.

Berdasarkan pengertian dari para pakar tersebut, dapat disimpulkan beberapa inti makna yang terkandung di dalamnya, yaitu: sesuatu yang ada di tengah, menjaga dari sikap melampaui batas (ifrath) dan dari sikap mengurangi ajaran agama (tafrith), terpilih, adil dan seimbang.

Ditinjau dari segi terminologinya, makna kata “wasathan” yaitu pertengahan sebagai keseimbangan (al-tawazun), yakni keseimbangan antara dua jalan atau dua arah yang saling berhadapan atau bertentangan: spiritualitas (ruhiyah) dengan material (madiyah). Individualitas (fardiyyah) dengan kolektivitas (jama’iyyah).

Kontekstual (waqi’iyyah) dengan tekstual. Konsisten (tsabat) dengan perubahan (taghayyur). Oleh karena itu, sesungguhnya keseimbangan adalah watak alam raya (universum), sekaligus menjadi watak dari Islam sebagai risalah abadi.

Dalam melaksanakan fungsi shodiqul hukumah atau mitra pemerintah, MUI seringkali membantu pemerintah memberikan fatwa tentang situasi dan kondisi sosial yang dihadapi umat. Di musim pandemi Covid-19 misalnya, MUI mengeluarkan fatwa dan tausiah dari mulai mengganti shalat Jumat dengan shalat zuhur, melaksanakan shalat Iduladha di rumah bukan di masjid atau mushala dan lain.

Meski disertai argumentasi dasar-dasar kuat bersumber Al-Qur’an dan Al-Hadist, Ijma dan Qiyas, seringkali fatwa MUI atau tausiyahnya ada kalanya tidak diikuti oleh umat. Bahkan sebaliknya MUI seringkali dibuli atau dinyinyiri oleh umat. Tetapi itulah bagian dari resiko MUI dalam malaksanakan fungsi shodiqul hukumah itu.

Baca Juga: GIIAS 2021 Kembali Dijadwal Ulang, Kedepankan Kepentingan Publik

Dalam beberapa kesempatan KH Ma’ruf Amin seringkali mengingatkan fungsi MUI yaitu memberikan bimbingan dan tuntunan kepada umat Islam Indonesia dalam mewujudkan kehidupan beragama dan bermasyarakat yang diridhoi Allah Swt.

Memberikan nasihat dan fatwa mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada pemerintah dan masyarakat, meningkatkan kegiatan bagi terwujudnya ukhwah Islamiyah dan kerukunan antar-umat beragama dalam memantapkan persatuan dan kesatuan bangsa serta, menjadi penghubung antara ulama dan umara (pemerintah) dan penterjemah timbal balik antara umat dan pemerintah guna menyukseskan pembangunan nasional.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Pentingnya Menjaga Shalat Lima Waktu

Senin, 20 September 2021 | 17:13 WIB

Ini Keringanan Shalat bagi Musafir

Senin, 20 September 2021 | 10:17 WIB

Gajah Alingan Suket Teki

Jumat, 17 September 2021 | 07:15 WIB

Perpres Dana Abadi Pesantren

Jumat, 17 September 2021 | 06:30 WIB

KH. Abdullah Sajad, Perintis Dakwah di Semarang Wetan

Jumat, 17 September 2021 | 05:50 WIB

Perempuan dan Literasi Keuangan

Jumat, 17 September 2021 | 05:39 WIB

Sholawat Nariyah, Tata Cara Mengamalkan dan Manfaatnya

Senin, 13 September 2021 | 17:32 WIB

Kiai dan Santri Punya Ikatan Batin Kuat

Minggu, 12 September 2021 | 20:05 WIB

Seleksi Tilawah Qur'an di Maluku, Jateng Siap Ikuti Semua

Minggu, 12 September 2021 | 18:26 WIB

Kita dan Air

Kamis, 9 September 2021 | 22:35 WIB

Kere Munggah Bale

Kamis, 9 September 2021 | 22:27 WIB

KHA Nashoha, Perintis Pesantren Salafiyah Wonoyoso

Kamis, 9 September 2021 | 22:17 WIB
X