Niat Baik Saja Tidak Cukup

- Minggu, 18 Juli 2021 | 12:47 WIB
opini (Redaksi)
opini (Redaksi)

Masalahnya ketika sebagian besar tidak mengetahui bahwa konten yang dibagikan tersebut kesahihan dan akurasi konten informasinya cacat sekaligus mengandung dampak berbahaya.

Disinformasi dalam konteks pandemi berdampak ketidaktaatan pada protokol kesehatan yang sudah disepakati global sehingga berakibat rentan terinfeksi dan meluasnya penyebaran virus, menolak pengobatan medis atau perawatan rumah sakit, terlambat mencari pertolongan medis ketika kondisi sudah kritis dan sulit untuk tertolong jiwanya setelah sebelumnya diterapi sendiri dengan terapi yang tidak tepat.

Kondisi ini harus segera kita sadari kemudian kita sudahi.

Ada kaidah sederhana :
النية الحسنة لا تبرر الحرام
(An niyyah al hasanah laa tubarrirul haram)

"Niat yang baik tidak membuat perbuatan haram jadi kebajikan".

Niat memiliki peranan penting dalam ajaran islam sebagai pondasi sebuah amal, yang menjadi pembeda antara perbuatan bernilai nilai ibadah dengan tidak.

Dalam konteks yang sedang kita bahas ini, niat baik saja tidak cukup.

Niat baik basis perbuatannya harus benar.

Dalam kontek menyebarkan informasi, kontennya harus sahih, narasumbernya kompeten dan terpercaya, dan sasaran penerima informasinya harus tepat.

Niat baik tidak selalu jadi kebajikan, seperti halnya niat baik memberikan sesuatu yang disangka obat ternyata racun tetap saja berujung petaka.

Halaman:

Editor: Nugroho Wahyu Utomo

Tags

Terkini

Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini 8 Nama Neraka dan Kriteria Calon Penghuninya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Mengenal Puasa Daud, Ini Dia Keutamaannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:29 WIB

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
X