Siti Hajar dan Kemandirian Perempuan

Red
- Kamis, 15 Juli 2021 | 22:28 WIB
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok

PROBLEM kehidupan dimasa pandemi ini ,mendorong perempuan untuk mengambil peran lebih mandiri.

Karena banyak hal yang menyebabkan perempuan harus bisa mandiri,antara lain dengan banyaknya pengangguran akibat pandemi covid 19.

Pemutusan hubungan kerja bisa terjadi kepada laki laki maupun perempuan,dan berakibat memburuknya perekonomian keluarga.

Dari data Badan Pusat Statistik bulan Agustus tahun 2020, jumlah pengangguran di Indonesia 9,77 juta.

Setelah pandemi, jumah itu meningkat menjadi 29.12 juta. Sedangkan jumlah orang miskin pada tahun 2020 menjadi 27,55 juta.

Menghadapi kondisi semacam ini,maka sebagian perempuan yang semula menyandarkan hasil jerih payah suaminya, ada yang kemudian mandiri dalam mencari nafkah.

Namun pula yang menggantungkan nasibnya kepada orang lain, dan ada yang putus asa dalam menghadapi kesulitan sewaktu mencari penghasilan.

Tugas Kodrati dan Kemandirian

Perempuan selalu dikaitkan dengan kelembutan dan kasih sayang. Hal ini tidak dapat dilepaskan dari peran kodratinya sebagai ibu yang melahirkan anaknya.

Dengan tugasnya itu, maka tumbuhlah dalam dirinya rasa sayang dan tanggung jawab untuk memberi makan bagi anaknya ketika mereka lapar. Dan memberinya perlindungan, ketika anak membutuhkan rasa aman.

Adanya rasa tanggung jawab untuk menjauhkan anaknya dari bahaya yang mengancam keselamatannya, mendorong seorang ibu untuk bersikap tegas dan berani melakukan perbuatan apapun untuk melindungi anaknya.

Dari banyak kasus, diketahui bahwa disamping kasih sayang dan kelembutan, ternyata perempuan juga diberikan oleh Allah keberanian dan kemampuan bersikap tegas dalam mengambil keputusan.

Dari peristiwa sejarah sebelum Islam, Allah mengemukakan peristiwa sejarah yang dikenang sepanjang masa, karena peristiwa itu terpateri dengan pelaksanaan ibadah Haji.

Ketika menjalankan Sa’i, maka setiap orang napak tilas apa yang dilakukan oleh Siti Hajar ketikan mencari air untuk memberi minum Ismail, perjuangan Hajar naik ke bukit Safa dan Marwa, dijalani dan dirasakan susah dan payahnya.

Padahal bukit Safa dan Marwa yang sekarang, sudah tidak seterjal masa dulu. Keberadaannya di ruang yang tertutup dan berAC, juga sudah memberikan kenyamanan, yang berbeda dengan masa dulu ketika Siti Hajar naik bukit terjal dan panas.


Gambaran kemandirian dan perjuangan seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan anaknya, diberikan oleh Allah diantaranya melalui Sa’i yang selalu dilakukan oleh Umat Islam yang melaksanakan ibadah Haji maupun Umroh.

Sesungguhnya dari gambaran ini,diharapkan adanya kesadaran dari kaum perempuan untuk mengikuti jejak Siti Hajar yang mempunyai kemandirian dan perjuangan yang tidak mengenal lelah dalam memenuhi kebutuhan pokok anaknya.

Tidak sekedar makan dan minumnya,tetapi menjaga juga kelangsungan kehidupan anaknya.
Bagi para bapak, yang melakukan Sa’i akan dapat mengetahui serta merasakan pula betapa beratnya untuk perjuangan ibu untuk menjaga dan menyelamatkan anaknya.

Dengan demikian diharapkan, para bapak akan dapat menghargai jerih payah ibu dan isterinya, dalam membesarkan anak.

Dengan demikian, diharapkan tidak akan terjadi kekerasan terhadap isteri maupun anak. Karena mendidik dan membesarkan anak adalah kuwajiban ayah dan ibunya.

Oleh karenanya suami dan isteri perlu saling membantu dalam situasi apapun, agar hal yang berat akan terasa ringan.

Bagi yang menjadi orang tua tunggal.dapat mengambil teladan pula dari perjuangan Siti Hajar yang tidak mengenal lelah dalam mencari dan mencukupi kebutuhan hidup anaknya,

*Prof Dr Sri Suhandjati, Ketua Bidang Perempuan ,Remaja dan Keluarga MUI Jawa Tengah

 

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Dom Sumurup Ing Banyu

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:39 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:08 WIB

Wasiat Rasulullah dan Perlindungan Sosial

Jumat, 15 Oktober 2021 | 04:45 WIB

Keharusan Moderasi Beragama

Jumat, 15 Oktober 2021 | 04:10 WIB

Meringkas Rakaat Shalat, Begini Caranya

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:03 WIB

Puasa Senin Kamis Punya Empat Keutamaan, Apa Saja?

Senin, 11 Oktober 2021 | 10:12 WIB

Ini Tiga Cara Sedekah yang Efektif

Senin, 11 Oktober 2021 | 07:17 WIB

Shalat Dhuha, Berikut Tata Cara Mengerjakannya

Senin, 11 Oktober 2021 | 06:35 WIB
X