Siti Hajar dan Kemandirian Perempuan

Red
- Kamis, 15 Juli 2021 | 22:28 WIB
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok

Adanya rasa tanggung jawab untuk menjauhkan anaknya dari bahaya yang mengancam keselamatannya, mendorong seorang ibu untuk bersikap tegas dan berani melakukan perbuatan apapun untuk melindungi anaknya.

Dari banyak kasus, diketahui bahwa disamping kasih sayang dan kelembutan, ternyata perempuan juga diberikan oleh Allah keberanian dan kemampuan bersikap tegas dalam mengambil keputusan.

Dari peristiwa sejarah sebelum Islam, Allah mengemukakan peristiwa sejarah yang dikenang sepanjang masa, karena peristiwa itu terpateri dengan pelaksanaan ibadah Haji.

Ketika menjalankan Sa’i, maka setiap orang napak tilas apa yang dilakukan oleh Siti Hajar ketikan mencari air untuk memberi minum Ismail, perjuangan Hajar naik ke bukit Safa dan Marwa, dijalani dan dirasakan susah dan payahnya.

Padahal bukit Safa dan Marwa yang sekarang, sudah tidak seterjal masa dulu. Keberadaannya di ruang yang tertutup dan berAC, juga sudah memberikan kenyamanan, yang berbeda dengan masa dulu ketika Siti Hajar naik bukit terjal dan panas.


Gambaran kemandirian dan perjuangan seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan anaknya, diberikan oleh Allah diantaranya melalui Sa’i yang selalu dilakukan oleh Umat Islam yang melaksanakan ibadah Haji maupun Umroh.

Sesungguhnya dari gambaran ini,diharapkan adanya kesadaran dari kaum perempuan untuk mengikuti jejak Siti Hajar yang mempunyai kemandirian dan perjuangan yang tidak mengenal lelah dalam memenuhi kebutuhan pokok anaknya.

Tidak sekedar makan dan minumnya,tetapi menjaga juga kelangsungan kehidupan anaknya.
Bagi para bapak, yang melakukan Sa’i akan dapat mengetahui serta merasakan pula betapa beratnya untuk perjuangan ibu untuk menjaga dan menyelamatkan anaknya.

Dengan demikian diharapkan, para bapak akan dapat menghargai jerih payah ibu dan isterinya, dalam membesarkan anak.

Dengan demikian, diharapkan tidak akan terjadi kekerasan terhadap isteri maupun anak. Karena mendidik dan membesarkan anak adalah kuwajiban ayah dan ibunya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Terkini

Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:57 WIB

Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini 8 Nama Neraka dan Kriteria Calon Penghuninya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Mengenal Puasa Daud, Ini Dia Keutamaannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:29 WIB

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
X