Memasuki Bulan Zulhijjah, Simak Keutamaan 10 Hari Awal Sayang Kalau Dilewatkan

- Minggu, 11 Juli 2021 | 11:25 WIB
haji di masjidil haram
haji di masjidil haram

JAKARTA, suaramerdeka.com - Berdasarkan Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1442 H, Kementerian Agama menetapkan tanggal 1 Zulhijjah jatuh pada hari ini Minggu 11 Juli 2021.

“Ketinggian hilal di seluruh Indonesia berada pada posisi di atas ufuk. Antara 2 derajat 21 menit sampai 4 derajat 14 menit,” ujar.

“Selain itu, terdapat laporan hilal terlihat atau teramati. Sehingga secara mufakat 1 Zulhijah 1442 H, ditetapkan jatuh pada hari Ahad, 11 Juli 2021," imbuh Menag.

Memasuki bulan Zulhijjah, dalam 10 hari awal terdapat keutamaan-keutamaan. Semua ketaatan dan kebaikan umat Islam menjadi ibadah yang pahalanya sangat besar.

Baca Juga: Menag Tetapkan 1 Zulhijjah 1442 H Jatuh pada Minggu 11 Juli 2021

Berkaitan dengan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ. (رواه البخاري)

Artinya, “Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)’.” (HR. Al-Bukhari). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, halaman 77-78).

Dalam hadits ini seolah Rasulullah SAW hendak memberikan motivasi yang sangat tinggi kepada para sahabat dan umatnya untuk tidak menyia-nyiakan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah. Bahkan perbandingannya dengan jihad di jalan Allah.

Baca Juga: Dugaan Pembantaian Pekerja Konstruksi, KNU Beri Sanksi Skorsing bagi Pemimpin Utamanya

Motivasi itu disampaikan Rasulullah SAW tidak lain karena banyaknya manfaat dan agungnya kemuliaan pada hari itu.

Di antara hari tersebut terdapat hari Arafah dan hari penyembelihan kurban, sekaligus menjadi hari pelaksanaan ibadah haji.

Semuanya tidak diragukan kemulian dan keagungannya. Umat Islam sepakat bahwa hari-hari tersebut merupakan hari yang sangat dimuliakan oleh Allah Ta’ala.

Hadits di atas juga memberikan pemahaman bahwa adanya keutamaan 10 hari awal Zulhijjah secara khusus meniscayakan hari-hari tersebut lebih mulia dari hari lainnya.

Baca Juga: Argentina Juara Copa America 2021, Menang 1-0 Atas Brasil

Semua ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan saat itu lebih mulia dan lebih besar pahalnya daripada di hari-hari lainnya. Karenanya, tidak heran jika Rasulullah SAW sangat memotivasi para sahabat dan umatnya untuk melakukan ibadah dan amal kebaikan pada hari-hari tersebut.

Syekh Muhammad Abdurrahman bin Abdurrahim Al-Mubarakfuri menyampaikan penjelasan ulama:

لِأَنَّهَا أَيَّامُ زِيَارَةِ بَيْتِ اللهِ وَالْوَقْتُ إِذَا كاَنَ أَفْضَلَ كاَنَ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيْهِ أَفْضَلُ

Artinya, “Karena 10 hari awal Dzulhijjah tersebut menjadi hari berkunjung ke Baitullah, sementara suatu waktu apabila lebih mulia dari waktu yang lain, maka amal kebaikan di dalamnya juga lebih utama.” (Abdurrahman Al-Mubarakfuri, Tuhfatul Ahwadi, [Bairut, Dârul Kutub Al-‘Ilmiyyah: 1999], juz III, halaman 386).

Baca Juga: Sosok Dokter Lois Diungkap, Ini Faktanya

Karenanya sangat beruntung bagi umat Islam yang bisa menjumpai 10 hari awal bulan Dzulhijjah dan dapat melakukan ibadah disertai berbagai kebaikan lainnya. Semua itu merupakan nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki.

Tidak sepantasnya umat Islam menyia-nyiakan hari yang sangat berlimpah nilai pahalanya di sisi Allah SWT.

Umat Islam yang menjumpai 10 hari awal Zulhijjah mempunyai momentum untuk melakukan ibadah dan kebaikan dengan pahala yang lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Sepatutnya hari-hari mulia itu dijadikan kesempatan untuk lebih giat dan semangat dalam menjalankan semua kewajiban, menambah ibadah sunnah, dan melakukan berbagai kebaikan melebihi kesehariannya.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Sumber: NU Online

Tags

Terkini

Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:57 WIB

Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini 8 Nama Neraka dan Kriteria Calon Penghuninya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Mengenal Puasa Daud, Ini Dia Keutamaannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:29 WIB

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
X