Siapa Imam di Saat Pandemi?

- Jumat, 9 Juli 2021 | 04:28 WIB
Abu Rokhmad Musaki
Abu Rokhmad Musaki

PPKM Darurat jadi obat kesekian di masa pandemi, yang harus terpaksa kita telan, khususnya untuk pulau Jawa-Bali. Semua sisi kehidupan normal dibatasi lebih ketat.

Rasanya sangat pahit. Lebih pahit dari sebelumnya. Ada rasa mual dan ingin memuntahkan kembali. Mungkin ini karena efek dipaksa. Banyak juga yang menolak meminum obat itu.

PPKM Darurat semoga menjadi obat yang mujarab alias menyehatkan. Yang bernalar pasti paham, untuk sehat kadang harus menelan pil pahit, selain berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi.

Semoga pula, PPKM Darurat ini menjadi obat kuat bagi seluruh bangsa. Kuat dan tahan lama dalam kesabaran dan perjuangan untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga: Test Antigen, Balai Ciungwanara Deteksi Awal Penyebaran Virus Covid-19

Jangan lelah untuk terus berharap dan berikhtiar, siapa tahu besok pagi atau lusa, Covid-19 akan amblas dari bumi.

PPKM Darurat menjadi wujud keseriusan pemerintah menurunkan kasus aktif Covid-19. Semua pihak diminta untuk berkontribusi, berkorban dan mendukung penerapan PPKM Darurat. Pemerintah sudah membagi tugasnya.

Pemerintah melaksanakan 3 T (tracking, tracing, treatment) dan menyediakan vaksin. Warga menerapkan 5 M dan mengikuti vaksin.

Ada pembatasan-pembatasan di semua sektor kehidupan, termasuk dalam kehidupan keagamaan umat Islam.

Baca Juga: Lansia dan Penyandang Disabilitas akan Dilayani Multifungsi

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masjid Raya Baiturrahman

Jumat, 23 September 2022 | 05:00 WIB

Maulid Nabi

Kamis, 22 September 2022 | 23:12 WIB

Nabok Nyilih Tangan

Kamis, 22 September 2022 | 23:08 WIB
X