Komunikasi dalam Rumah Tangga

- Kamis, 24 Juni 2021 | 21:15 WIB
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok
Prof Dr Sri Suhandjati ,Pengurus MUI Jawa Tengah /sm.dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pada masa pandemi ini selain meningkat jumlah penderita Covid-19 semakin banyak pula problem yang dihadapi keluarga dari berbagai lapisan masyarakat. Disamping masalah kesehatan dan ekonomi, persoalan komunikasi dalam keluarga menjadi penyebab paling banyak terjadinya perceraian.

Antara lain banyaknya suami isteri yang terlibat pertengkaran dalam menghadapi persoalan. Sebagian besar pasangan suami isteri, tidak menemukan jalan keluarnya dan memilih bercerai.

Hal ini dapat diketahui dari jumlah pasangan suami istri yang bercerai sebab bertengkar terus menerus ,menempati jumlah paling banyak sejak sebelum Covid ( 46,6 % data dari Badan Peradilan Agama,Mahkamah Agung 2016-2018).

Sesungguhnya bertukar fikiran dalam rumah tangga dan berbeda pendapat antara suami isteri adalah suatu yang wajar. Ibarat kapal yang berlayar ditengah lautan maka suami sebagai Nakhoda yang memimpin dan bertanggungjawab atas keselamatan penumpang ,tentu terbuka mendapatkan masukan dari awak kapalnya yang ikut bertanggungjawab atas keselamatan penumpang. Nakhoda dan awak kapal akan berpegang pada aturan keselamatan yang sudah ditentukan oleh lembaga penjamin keselamatan pelayaran. Aturan itu perlu diberitahukan kepada semua penumpang agar diketahui dan dilaksanakan.Dengan demikian,diharapkan kapal akan bisa berlayar dengan selamat sampai tujuan.

Semacam inilah kiranya gambaran perlunya kerjasama antara suami dengan isteri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Suami dan isteri perlu membuat kesepakatan untuk mengikuti aturan yang dberikan oleh Allah dan rasulNya dalam membina rumah tangga, Agar tujuan rumah tangga untuk mendapatkan kebahagiaan hidup didunia sampai akherat tercapai.

Oleh karenanya,sewaktu terjadi kondisi darurat,akibat perbedaan pendapat atau lainnya,maka perlu melihat kembali petunjuk Allah dan contoh dari Rasulullah. Petunjuk itulah yang diikuti sebagai panduan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Dengan demikian, tidak ada yang merasa di kalahkan atau merasa sebagai pemenang, Karena semuanya sepakat untuk mengikuti jalan yang sama ,demi tercapainya tujuan bersama yang sejak awal pernikahan telah diikrarkan.

Berbicara dan bersikap yang pantas

Allah memberikan petunjuk agar suami menciptakan kebersamaan dengan isteri secara baik,sebaliknya isteri juga menghormati suami Sehingga terjadi saling menghargai (QS An Nisa’:19). Oleh karenanya dalam menyelesaikan problem dalam rumah tangga perlu musyawarah, bertukar fikiran, dengan bahasa yang santun dan sikap yang sopan.

Dengan demikian,seandainya terjadi perdebatan maupun perbedaan pendapat, maka tidak memancing timbulnya kemarahan atau kekerasan.

Pendapat masing masing juga perlu disampaikan dalam suara yang lunak,tidak keras atau melengking yang menunjukkan kemarahan. Karena suara yang keras itu dapat memancing lawan bicara mengimbangi dengan suara keras pula.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Empat Cara Menjemput Jodoh dari Tangan Allah

Selasa, 26 Oktober 2021 | 07:57 WIB

Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini 8 Nama Neraka dan Kriteria Calon Penghuninya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Mengenal Puasa Daud, Ini Dia Keutamaannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:29 WIB

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
X