Covid-19 Kapan Berakhir

- Kamis, 24 Juni 2021 | 21:11 WIB
(SM/Agus Fathuddin)
(SM/Agus Fathuddin)

SEMARANG, suaramerdeka.com - BERITA Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimun (Gus Yasin) terpapar Covid-19 dalam sekejap menyebar seantero dunia. Tak seheboh ketika Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terkena virus yang sama. Kabar itu disampaikan Gus Yasin sendiri melalui akun Instagram pribadinya, @tajyasinmz, Rabu (23/6/2021) petang. Dalam video berdurasi 1 menit 22 detik tersebut, Wagub Jateng itu juga mengabarkan bahwa kondisi kesehatannya sudah membaik dan diperbolehkan isolasi mandiri.

“Alhamdulillah sudah enak. Sudah diperbolehkan isolasi mandiri. Saya lagi di Rumah Sakit Kariadi. Tolong jaga protokol kesehatan, siapa pun bisa terpapar,” kata Gus Yasin dalam rekaman video tersebut.

Dalam video itu, putra Almaghfurlah KH Maimoen Zubair itu juga memperlihatkan ruang perawatannya di RSUP dr. Kariadi Semarang. Dia menjalani isolasi satu ruangan dengan seorang pemuda yang juga terpapar Covid-19.

Gus Yasin mengaku sengaja mengumumkan kondisinya yang terpapar Covid-19 melalui media sosial karena sebelumnya ada netizen yang meragukan bahaya virus Korona di akun Instagram pribadinya.
“Kemarin di Instagram saya ada yang nanya, kalau Covid-19 bukan untuk pejabat, yang terkena hanya rakyat kecil. Nyatanya, saya kena. Alhamdulillah sudah sembuh. Sekarang isolasi mandiri sampai negatif,” katanya.

Dalam video itu, Gus Yasin juga mengajak masyarakat, terutama warga Jateng untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19. Menurutnya, prokes merupakan cara yang ampuh dalam mengantisipasi penularan Covid-19. Dia juga mendoakan warga Jateng dijauhkan dari segala macam penyakit dan diberikan kesehatan. “Saya doakan warga Jawa Tengah sehat semua. Terima kasih, matur nuwun juga buat tenaga kesehatan yang sudah merawat saya. Pelayanannya baik,” katanya.

Video yang diunggah Gus Yasin itu pun mendapat respons cepat dari netizen. Baru satu jam tayang, video itu sudah tayang sebanyak 4.277 kali. Selain itu, banyak juga netizen yang mendoakan Gus Yasin segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Meski Covid-19 atau virus Korona sudah mematikan ribuan nyawa manusia dan jutaan orang harus dirawat, sampai kini masih ada yang tidak percaya makhluk itu ada. Narasi-narasi yang dibangun cenderung menyesatkan, dibumbui dengan kalimat yang menunjukkan ketidaksenangan kepada pemerintah yang sah. Tidak hanya di akun pribadi Instagram Gus Yasin netizen yang tidak percaya adanya virus Korona. Melalui Medsos mereka sebut Covid-19 sebagai konspirasi, dibuat oleh negara tertentu untuk kepentingan tertentu. Bahkan sejumlah tokoh yang biasa menyampaikan pesan-pesan agama ikut berkonstribusi menambah kebimbangan umat karena narasi yang disampaikan dibungkus dengan bahasa agama.

Kalimat istirja’ ‘’Innalillahi wainna ilaihi rajiuun’’ hampir setiap hari kita dengar melalui pengeras suara masjid dan musaha kampung. Kalimat tersebut hamper setiap saat juga memenuhi ruang-ruang WhatApp Group, Facebook, Instagram, Telegram dan lain-lain. Masih tidak percaya? Pertanyaannya, sampai kapan Covid-19 akan berakhir? Sampai kapan virus Korona pergi dari Bumi Indonesia? Pertanyaan yang butuh jawaban panjang dari berbagai disiplin ilmu.

Ketua Baznas Kota Semarang H Arnaz A A, Kadinas Pendidikan Gunawan Saptogiri dan Ketua UPZ Dinas Pendidikan Heri Waluyo foto Bersama dengan orang tua murid dan peserta didik usai pentasarufan Baznas untuk biaya Pendidikan yang tidak tidak mampu di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang. (SM/Agus Fathuddin)

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Suka Marah-marah? Begini Cara Meredamnya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 23:25 WIB

Ini 8 Nama Neraka dan Kriteria Calon Penghuninya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 17:53 WIB

Mengenal Puasa Daud, Ini Dia Keutamaannya

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 06:29 WIB

Teladan Suci Keluarga Rasullah SAW

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:28 WIB

Mumpung Padang Rembulane, Mumpung Jembar Kalangane

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:22 WIB

Penjalin Rotan Kiai Imam Sarang

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:17 WIB

Transformasi Digital Pesantren

Kamis, 21 Oktober 2021 | 23:10 WIB
X