Pitutur: Sabar Iku Ingaran Mustikaning Laku

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:40 WIB
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)

SABAR itu disebut sebagai sikap utama. Ada orang yang dizalimi. Dia sabar, maka orang menyebutnya orang berkepribadian mulia.

Ada orang yang tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu dan berbagai godaan, maka orang memujinya sebagai orang amanah dan berkarakter.

Ada orang yang tertimpa musibah atau bencana, dia sabar maka orang memujinya sebagai orang yang tabah.

Sabar memang menjadi benteng yang akan mampu melindungi diri dari berbagai cobaan.

Sabar bukan hanya tabah dan tawakkal menerima musibah yang terjadi, tetapi sabar adalah sikap untuk tidak larut berkepanjangan dalam kesedihan.

Tidak larut dalam penyesalan. Tidak larut dalam mencari sebab apalagi larut dalam emosi dan kemarahan. 

Sabar mesti berlanjut dengan upaya untuk keluar dari kondisi tidak baik yang sedang dialami.

Justru hikmah utama dari sabar adalah langkah berikutnya yang penuh perhitungan itu, sehingga "penderitaan"nya kemarin tidak terulang.

Kesabaran seperti itulah yang dipuji oleh para Sepuh dan menyebutnya sebagai mustikaning laku.

Banyak ungkapan yang para Sepuh sampaikan sebagai pujian sekaligus motivasi agar kita menjadi orang yang sabar. Antara lain:

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2 Doa yang Dapat Diamalkan Agar Cita-Cita Tercapai

Senin, 26 September 2022 | 11:07 WIB

Habib Husein Jafar: Berbeda Agama Itu Tidak Jahat

Minggu, 25 September 2022 | 13:12 WIB

Masjid Raya Baiturrahman

Jumat, 23 September 2022 | 05:00 WIB

Maulid Nabi

Kamis, 22 September 2022 | 23:12 WIB

Nabok Nyilih Tangan

Kamis, 22 September 2022 | 23:08 WIB
X