Wirausaha Ala Rasulullah

- Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:25 WIB
Rektor Universitas Dian Nuswantoro UDINUS, Prof Dr Ir H Edi Noersasongko MSc. (suaramerdeka.com/dok)
Rektor Universitas Dian Nuswantoro UDINUS, Prof Dr Ir H Edi Noersasongko MSc. (suaramerdeka.com/dok)

Selain memberi contoh mengenai cara berbisnis yang sehat dan jujur, Rasulullah juga menganjurkan kita untuk melakukan shalat tahajut dan shalat dhuha.

Shalat tahajut merupakan shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan merupakan shalat sunah yang dikerjakan pada sepertiga malam.

Rasulullah sendiri melakukan shalat tahajut setiap malam sampai kakinya bengkak. Shalat ini dapat dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas.  

Adapun keutamaan sholat tahajut diantaranya adalah:  diangkat derajatnya ketempat yang terpuji, dikabulkan doa dan permohonannya, dipenuhi segala permintaannya dan diampuni segala dosa dan kesalahannya.

Sholat dhuha adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW. Waktu dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu Dzuhur.

Salah satu keutamaannya adalah: dimudahkan rejeki dan penghapus dosa.

 Intinya, dalam berwirausaha  Rasulullah menganjurkan agar kita:

(1) Mempunyai pengalaman terlebih dahulu  dalam bidang yang akan ditekuni (Rasulullah sampai magang sekian tahun dengan pamannnya); 

(2) Bersikap  adil dan jujur (Rasulullah sampai mendapat julukan Al-Amin, Yang terpercaya);

(3) Kerja keras dan cerdas, serta jangan hanya mengandalkan pasar dalam negri (Dalam  usia 20 tahun sudah menguasai  perdagangan hingga  negri Syam dan sekelilingnya (Irak, Yordania, Bahrain, Suriah dan Yaman);

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X