Hukum Puasa Muharram atau Suro, Sunah apa Bid'ah, Simak Penjelasannya

- Selasa, 26 Juli 2022 | 05:55 WIB
Ilustrasi bulan Muharram atau suro.(Foto: Istimewa)
Ilustrasi bulan Muharram atau suro.(Foto: Istimewa)

SUARAMERDEKA.COM - Puasa Muharram atau suro adalah puasa yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW setelah bulan Ramadhan.

Puasa Muharram dilaksanakan di bulan Muharram atau bulan Suro, yang dalam penanggalan Islam sebagai tanda datangnya tahun baru hijriyah.

Berdasarkan penanggalan masehi, 1 Muharram 1444 H jatuh pada hari Sabtu, 30 Juli 2022.

Banyak amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Muharram, salah satunya adalah Puasa Muharram.

Baca Juga: Selamat Bahagia, 5 Zodiak Ini di Ramalan Kartu Tarot di Bulan Agustus 2022 Penuh Kekayaan Cuan Tajir Miliarder

Puasa Muharram Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (syarah sunan Tirmidzi) menyebutkan:

صَوْمِ الْمُحَرَّمِ ثَلَاثَةٌ الْأَفْضَلُ أَنْ يَصُومَ يَوْمَ الْعَاشِرِ وَيَوْمًا قَبْلَهُ وَيَوْمًا بَعْدَهُ وَقَدْ جَاءَ ذَلِكَ فِي حَدِيثِ أَحْمَدَ وَثَانِيهَا أَنْ يَصُومَ التَّاسِعَ وَالْعَاشِرَ وَثَالِثُهَا أَنْ يَصُومَ الْعَاشِرَ فَقَطْ

Puasa Muharram ada tiga bentuk. Pertama, yang paling utama ialah puasa di hari kesepuluh beserta satu hari sebelum dan sesudahnya. Kedua, puasa di hari kesembilan dan kesepuluh. Ketiga, puasa di hari kesepuluh saja.

Puasa sebelum hari kesepuluh atau tanggal 9 Muharram dinamakan puasa Tasu'a sedangkan puasa hari kesepuluh dinamakan puasa Asyura.

Baca Juga: Baca Pelajari Ini Penanggalan 12 Shio Astrologi China, dan Bedanya dengan Kalender Arab Serta Masehi

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pitutur: Gusti Mboten Sare

Jumat, 3 Februari 2023 | 08:22 WIB
X