Apalagi Setelah Ibadah Kurban?

- Kamis, 21 Juli 2022 | 22:57 WIB
Dr Ummul Baroroh MAg. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Dr Ummul Baroroh MAg. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

SEBAGAI insan beriman kita semua telah selesai melaksanakan ibadah kurban, dengan menyembelih dan membagikan dagingnya kepada yang berhak, sebagai rangkaian dari Idul Adha.

Kita harus belajar mengambil hikmah dengan pelaksanaan idul Adha, terutama ibadah Kurban.

Ibadah kurban tidak hanya berdimensi hablun minallah, tetapi berdimensi hablun minanaas, ibadah horisontal dengan sesama manusia.

Ibadah korban telah mengajarkan agar kita rela mengurbankan sebagian harta kita, semata karena Allah dan untuk diberikan pada saudara-saudara kita, terutama yang kurang mampu.

Makna mendalam dari ibadah korban adalah bahwa kita harus mampu mengesampingkan kepentingan diri, dengan menyembelih ego kita.

Perintah ini mengingatkan kita pada keteladanan dan pelajaran dari Nabiyullah Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar.

Ketiga hamba Allah ini telah mengajarkan keikhlasan berkurban demi sesama dan menebar rahmat Allah bagi semesta.

Pengorbanan mereka melampaui nalar manusia biasa.

Kita harus memahami bahwa sejatinya kehidupan tidak berhenti pada ranah materi, tetapi naik ke cakrawala metafisik dan keruhanian yang melampaui mental instrumental manusia.

Peristiwa kurban telah menembus dimensi ruhaniah, kehidupan utuh dari orang yang bertakwa, terleps dari nafsu.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X