Kiai Muhtadi, Ulama Ahli Pawang Udan

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 02:43 WIB

Bagi Kiai Muhtadi belajar itu tidak mengenal batas. Maka beliau adakan pengajian selapanan diberbagai tempat, di Desa Karangtejo tetangga desa, di desa Kalipang Gondang Wayang Kedu, juga beliau mengajar di Kerokan Kedu, disamping ditempat kelahirannya.

Ada majlis taklim yang diikuti khusus oleh para ustadz dan kiai sekecamatan Jumo. Pada suatu saat terjadi paceklik dan banyak hama tanaman pertanian. Sehingga para petani mengalami kurang makanan.

Keprihatinan ini memunculkan inisiatif para kiai mengadakan pengajian khusus. Hasil konsultasi dengan para kiai sepuh konon pernah sowan Kiai Siraj Payaman dan Kiai Ilyas harus mengadakan pengajian kitab Sohih Bukhori.

Maka semua kiai dari seluruh desa dan kecamatan berembuk seperti KH. Tohari, KH. Mahudi Soleh dll dan jadilah pengajian kitab Sohih Bukhori yang kemudian dikenal sebagai pengajian "Bukhoren". Setiap Ahad Pahing harus khatam seluruh kitab Sohih Bukhori, dan setelah itu ada mauidzoh yang mengupas beberapa hadits dari kitab tersebut.

Penulis pernah mengikuti beberapa kali pengajian ini sangat banyak kiai datang dari berbagai desa dan kampung di kecamatan Jumo.

Dan tampaknya dari jamaah ini juga muncul ide untuk mendirikan sekolah Madrasah Tsanawiyah Ma'arif yang kini berkembang baik di desa Padureso Jumo Temanggung.

Kiai Muhtadi wafat pada usia 77 tahun pada tahun 2010. Dimakamkan di pekuburan Bentisan Sukomarto Jumo Temanggung.

(Drs H Anasom M.Hum, Ketua PCNU Kota Semarang)

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Surat Al Maidah Ayat 5 dengan Latin dan Artinya

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:12 WIB

Grup Rebana di Jateng Ramaikan Najwa Fest 2022

Rabu, 5 Oktober 2022 | 20:09 WIB

Surah Al Maidah Ayat 48 dengan Latin dan Artinya

Selasa, 4 Oktober 2022 | 14:49 WIB

Bacaan Adzan Subuh dengan Latin dan Artinya

Senin, 3 Oktober 2022 | 12:38 WIB

Man La Yarham La Yurham : Hadits Kasih Sayang

Senin, 3 Oktober 2022 | 10:22 WIB
X