Kiai Muhtadi, Ulama Ahli Pawang Udan

Red
- Jumat, 18 Juni 2021 | 02:43 WIB

SEMARANG, suaramerdeka.com - Begitulah sebutan masyarakat yang melekat pada masa sepuhnya Kiai Muhtadi. Ceritanya pada masa Orde Baru terjadi persaingan luar biasa antar partai dengan partai pendukung pemerintah.

Pada masa kampanye partainya mendapat giliran kampanye pada musim hujan di Lapangan kecamatan. Maka suara-suara mengejek pun terdengar sangat santer.

Syukurlah lapangan bola kecamatan itu penuh dengan pengunjung kampanye. Namun benar saja, karena musim hujan maka langit mendung, gelap mengitari langit sebentar akan hujan. Namun pengunjung tetap tdak bergeming di lapangan sampai selesai.

Syukurlah saat kampanye berlangsung aman, meski gelap mendung. Setelah acara selesai hujan turun dengan lebatnya.

Sejak itu beliau mendapat tambahan sebagai kiai "pawang hujan", dan banyak orang datang meminta tolong untuk mendoakan suatu hajatan, bahkan sampai luar kabupaten. Pernah juga sampai pelabuhan Tanjung Mas Semarang ada perusahaan meminta beliau datang karena musim hujan dan akan menurunkan gula.

Kiai Muhtadi lahir sekitar 1933 di Grogol Kutoanyar Kec. Kedu Temanggung putra Bapak Surodikromo. Muhtadi kecil mengaji di desanya, setelah masa remaja beliau mulai masuk ke pondok pesantren. Beliau pernah mondok di Senori, pernah di Pacul Goang, dan paling lama di Pondok Pesantren Kiai Ilyas Kalipahing.

Di pesantren kiai ilyas ini bahkan sampai setelah menikah masih mondok lagi, karena sebagai santri senior juga harus mengajar.

Beliau menikah dengan seorang putri tokoh masyarakat di Bentisan Sukomarto Jumo masih tetangga kecamatan di Temanggung.

Sejak menikah beliau tinggal di tempat mertuanya dan bersama masyarakat mulai merintis pengajian di rumahnya, sekitar 1960an beliau merintis Madrasah diniyah dan dilanjutkan menjadi Madrasah Wajib Belajar atau MWB yang semula menempati rumahnya dan rumah penduduk. Respon masyarakat ternyata sangat positif dan akhirnya MWB ditingkatkan menjadi Madrasah Ibtidaiyah Sukomarto sampai sekarang.

Motivator Belajar

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Kiai Abdul Hamid Pasuruan Asal Lasem

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Harapan Milad Ke-46 MUI

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

Kesetiakawanan Sosial Pascakurban

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:27 WIB

Baladewa Ilang Gapite

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:20 WIB

Niat Baik Saja Tidak Cukup

Minggu, 18 Juli 2021 | 12:47 WIB

Siti Hajar dan Kemandirian Perempuan

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:28 WIB

Tumbu Oleh Tutup

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:06 WIB

KHR Abdul Fatah, Ulama Besar di Tanah Jawa

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:56 WIB

Iduladha 1442 H dan PPKM Darurat

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:49 WIB

KH Manaf, Ahli Tirakat dari Mertoyudan

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:48 WIB

Beras Wutah Arang Bali Marang Takere

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:43 WIB

Respon Nabi Terhadap Wabah

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:35 WIB

Siapa Imam di Saat Pandemi?

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:28 WIB
X