Mikul Duwur Mendem Jero

- Jumat, 1 Juli 2022 | 19:57 WIB
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)
Ketua Umum MUI Jateng, Dr KH Ahmad Darodji MSi. (suaramerdeka.com/dok)

ARTI bahasa dari pitutur tersebut yaitu memikul atau mengangkat tinggi-tinggi dan mengubur dalam-dalam.

Dengan pitutur tersebut para sepuh yang arif itu mengajari

agar mengenang dan menyebar luaskan kabaikan siapapun termasuk yang sudah meninggal.

Kebaikan seseorang dipikul tinggi-tingginya. Artinya berusaha menampakkan kebaikan dan jasa-jasanya, supaya bisa mengambil pelajaran dan meniru kebaikan itu serta mengajarkannya kepada yang lain. 

Bukankah menjadi kewajiban setiap orang untuk mengajarkan hal-hal yang baik kepada setiap orang ?

Sejalan dengan ungkapan "mikul duwur" adalah "mendem jero" yang berarti mengubur dalam-dalam kesalahan orang lain, apalagi yang bersangkutan sudah meninggal.

Mengubur dalam-dalam dan berusaha melupakan kesalahan dan kekurangan mereka.

Tidak perlu mengingat-ingat kesalahan dan kekurangan mereka apalagi menyebarkannya kepada yang lain.

Kita tidak mendapat keuntungan apa-apa dengan mencela, mencaci-maki , menjelek-jelekkan, mengungkit-ungkit kekurangan orang lain. 

Mungkin kita ingin memberikan contoh perbuatan tidak baik yang harus kita hindari.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Perempuan dan Patriotisme

Jumat, 19 Agustus 2022 | 13:00 WIB

Pitutur: Sabar Iku Ingaran Mustikaning Laku

Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:40 WIB

Wirausaha Ala Rasulullah

Jumat, 19 Agustus 2022 | 10:25 WIB

Dahulukan Nafkah Ibu atau Istri? Simak Penjelasan Ini

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:19 WIB

Bacaan Doa Penambah Rezeki dengan Latin dan Artinya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:14 WIB
X