Kiai Saelan, Muassis Pesantren Grogolan

- Sabtu, 4 Juni 2022 | 21:31 WIB
Kiai Saelan, Muassis Pesantren Grogolan. (suaramerdeka.com/dok)
Kiai Saelan, Muassis Pesantren Grogolan. (suaramerdeka.com/dok)

RIBATUL MUTA’ALLIMIN, demikian nama pondok pesantren yang berada di Kelurahan Landungsari, Kota Pekalongan.

Lembaga pendidikan Islam yang dikenal dengan sebutan Pondok Grogolan ini dirintis pada tahun 1921 oleh almarhum KH Saelan bin Muchsin.

Konon, pemberian nama Pondok Pesantren Ribatul Muta’allimin adalah atas usul Habib Muhammad, yang merupakan salah satu murid Kiai Saelan.

Lalu, bagaimana perjalanan Kiai Saelan hingga merintis pesantren? Sewaktu remaja muda, putra Kiai Muchsin ini mengaji kepada Kiai Maliki di Landungsari dan Habib Hasyim di Klego.

Setelah itu, mengutip Abdul Muiz (2019), pemuda Saelan melanjutkan berguru kepada KH Dimyati di Tremas Pacitan dan Syekh Cholil di Bangkalan (Madura).

Setelah nyantri kepada dua ulama karismatik tersebut, Kiai Saelan kembali ke kampung halaman. Tak lama berselang, beliau merintis sebuah pondok pesantren di Landungsari.

Mula-mula, Kiai Saelan mendirikan sebuah musala kecil beratapkan daun rumbia. Pada waktu itu lantai musala masih berupa tanah.

Di musala kecil nan sederhana tersebut Kiai Saelan mengajar beberapa santri generasi awal yang datang dari Desa Medono.

Lambat laun para santri yang datang untuk mengaji bertambah banyak, bukan saja dari Desa Medono.

Maka, atas bantuan H Abdussalam Grogolan, pada tahun 1928 dibangunlah sejumlah kamar untuk menginap para santri.  

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X