Umrah Pascapandemi Covid-19

- Jumat, 20 Mei 2022 | 11:05 WIB
Umroh pasca Pandemi, sejumlah aturan prokes sudah dilonggarkan. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)
Umroh pasca Pandemi, sejumlah aturan prokes sudah dilonggarkan. (suaramerdeka.com/Agus Fathuddin)

Labbaik Allahumma Labbaik
Labbaikala syarika laka labbaik
Innal hamda wanni’mata laka walmulk
La syariikalak

GEMA kalimat talbiyah kembali terdengar di Masjidil Haram.

Sejak dua tahun silam tepatnya Februari 2020 Pemerintah Arab Saudi telah menutup pelaksanaan ibadah haji dan umrah dari umat Islam seluruh dunia karena pandemi Covid-19.

Sejak Pemerintah Republik Indonesia membuka kembali pelaksanaan ibadah umrah, 8 Januari 2022 umat Islam berbondong-bondong berangkat ke Tanah Suci Makkah.

Meski dengan persyaratan yang sangat ketat, alhamdulillah kerinduan umat Islam untuk hadir di Kota Suci Makkah dan Madinah AlMunawaroh sudah bisa dilaksanakan.

Pada awalnya, untuk memastikan apakah calon peserta umrah terpapar Covid atau dalam keadaan sehat harus karantina selama lima hari baik sebelum masuk ke Makkah maupun saat mau keluar dari Makkah menuju Tanah Air.

Alhamdulillah persyaratan karantina sudah tidak ada lagi. Persyaratan calon jamaah umrah wajib vaksin ketiga atau booster masih berlaku.

Saya berangkat ke Tanah Suci bersama 30 orang jamaah PT Masy’aril Haram Tour (Mastour) Jawa Tengah, 10 Mei 2022 mengambil paker 12 hari.

Pada saat itu persyaratan penerbangan masih mengharuskan tes PCR (polymerase chain reaction) dan Rapid Test Antigen.

Alhamdulillah menjelang pulang ke Tanah Air, mendengar kabar gembira Presiden Joko Widodo pada Rabu (18/5) menghapus persyaratan tersebut.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berkah dalam Pernikahan

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:06 WIB

Pitutur: Janma Tan Kena Ingina

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:59 WIB

Islam Kaffah

Jumat, 24 Juni 2022 | 09:52 WIB
X