Fenomena Setiap 33 Tahun, Bulan Ramadan akan Dirayakan Dua Kali dalam Setahun

- Rabu, 13 April 2022 | 18:59 WIB
Ilustrasi buka puasa. (Foto: NU online)
Ilustrasi buka puasa. (Foto: NU online)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dr. Hasan Al Hariri, kepala eksekutif Grup Astronomi Dubai mengatakan, Bulan Suci Ramadan tahun 2030 akan berlangsung dua kali, yakni pada Bulan Januari dan pada akhir Desember.

Ini karena kalender Hijriah Islam didasarkan pada siklus bulan dan dibutuhkan 33 tahun untuk menyelesaikan satu siklus penuh.

"Kalender lunar, atau tahun berbasis lunar, 11 hari lebih pendek dari kalender matahari," ungkapnya dikutip dari laman The National News, 13 April 2022.

Baca Juga: Belum Dapat Set Top Box (STB) TV Digital? Masih Ada Waktu, Ini Cara Mendapatkan STB Gratis, Buruan Cek

"Jadi, misalnya, satu tahun penuh adalah 354 hari, bukan 365 hari yang ditandai pada kalender Gregorian. Karena itu, setiap tahun yang berlalu, Ramadhan mundur 10 atau 11 hari," paparnya.

"Fenomena ini membuatnya unik, di mana dalam satu tahun matahari kita akan memiliki dua Ramadhan. Kali berikutnya ini terjadi pada tahun 2030," tandasnya.

Dr. Al Hariri mengatakan, sementara dari "perspektif kalender matahari" bulan suci akan ditandai dua kali dalam satu tahun, dari sudut pandang kalender lunar itu masih akan terjadi hanya sekali dalam siklus 354 hari.

Dia mengatakan, jumlah hari puasa umat Islam selama Ramadan tidak akan berubah pada tahun 2030, karena selalu periode 29 atau 30 hari, tergantung pada penampakan bulan.

Baca Juga: Nonton Film di LK21, IndoXXI Sudah Gak Bisa? Ini Situs Film Online Pengganti Lengkap dengan Linknya

Bagaimana awal bulan suci ditentukan? Penampakan Bulan menandakan awal dan akhir Ramadhan, bulan kesembilan dalam kalender Islam.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X