Ngaji Milenial: Ancaman Narkoba bagi Milenial

- Rabu, 13 April 2022 | 11:48 WIB
Dr Multazam Ahmad MA, Sekretaris MUI Jawa Tengah dan dosen FBS Unnes. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
Dr Multazam Ahmad MA, Sekretaris MUI Jawa Tengah dan dosen FBS Unnes. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

PADA 20 Januari 2015, Indonesia ditetapkan berada dalam status darurat narkoba dan kejahatan yang luar biasa (extra ordinary crime).

Pendukung kondisi darurat saat itu, pengguna sudah mencapai 4,5 juta orang di seluruh Indonesia.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2021, darurat narkoba diperkuat bahwa prevalensi penyalahgunakan narkoba di Indonesia mencapai 1,80 persen atau sekitar 3.419,188 jiwa.

Di tengah pandemi Covid-19, penyalahgunakan narkoba bukanlah berkurang, tapi justru malah beredar secara masif.

Baca Juga: Mau Jadi Pembaca Berita? Pahami Dulu Bidang yang Satu Ini

Transaksi berbagai jenis narkoba seperti sabu-sabu, tembakau gorila, ganja, ekstasi, putau, selalu hadir setiap hari (SM, 22/6).

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol Purwo Cahyono menjelaskan bahwa narkoba di Jawa Tengah mengalami kenaikan signifikan, yakni mencapai 1,3 persen atau sekitar 159.081 jiwa, dan mendapat ranking urutan ke-4 jumlah terbanyak se-Indonesia.

Dengan kata lain, angka 180 dari 10.000 penduduk Indonesia umur 15-64 sudah terpapar narkoba.

Inilah yang merupakan keprihatinan dan renungan kita bersama orang tua dan generasi milenial.

Baca Juga: Telaah Kitab: Kitab Ihya Ulumuddin Referensi Utama Studi Ilmu Tasawuf

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB
X