Gerakan Santri Menulis di Kebumen: Syiar yang Memunculkan Keteduhan

- Rabu, 13 April 2022 | 05:22 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani memberi sambutan dalam sarasehan jurnalistik Gerakan Santri Menulis. (suaramerdeka.com / Arif Widodo)
Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu Kebumen, KH Afifuddin Chanif Al-Hasani memberi sambutan dalam sarasehan jurnalistik Gerakan Santri Menulis. (suaramerdeka.com / Arif Widodo)

KEBUMEN, suaramerdeka.com - Gerakan Santri Menulis (GSM) tiba di Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu, Kebumen, Selasa 12 April 2022.

Gerakan Santri Menulis yang juga kolaborasi antara Suara Merdeka dengan Kementerian Agama (Kemenag) serta pihak lainnya itu diikuti 100 santri pondok setempat.

Mereka antusias mengikuti Gerakan Santri Menulis yang dikemas dalam sarasehan jurnalistik tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Kahfi Somalangu KH Afifuddin Chanif Al Hasani mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan di tengah-tengah menjalankan puasa ini diharapkan membawa berkah manfaat.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Real Madrid ke Semifinal Meski Kalah 2-3 dari Chelsea

"Kami mengucapkan terima kasih berkenan ditempatkannya kegiatan di sini. Ini penghargaan bagi kita. Diharapkan menjadi bekal untuk menerjuni dunia tulis menulis. Khususnya jurnalistik yang baik, sopan dan beretika," tutur Gus Afif.

Rois Syuriah PCNU Kebumen itu meminta peserta untuk mengikuti tahapan kegiatan hingga selesai. Selanjutnya ilmu yang diperoleh tersebut bisa diterapkan dalam bermedia, termasuk media sosial (Medsos).

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Diskominfo Kebumen Budi Suwanto, Kasi Bimas Polres Kebumen AKP Tamsil Murdiono, Kepala Kantor Kemenag Kebumen Ibnu Asaddudin, Wakil Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Triyanto Triwikromo dan Ketua Gerakan Santri Menulis Agus Fathuddin Yusuf.

Baca Juga: Hasil Liga Champions: Villarreal ke Semifinal Usai Imbangi Bayern Muenchen 1-1

Triyanto Triwikromo menyampaikan jurnalistik berkaitan dengan kebenaran dan jauh dengan kabar kebohongan atau hoaks, sedangkan dunia saat ini dinilai sangat rawan.

Halaman:

Editor: Andika Primasiwi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X