Sejarah Tradisi Ceng Beng, Upacara Doa Masyarakat Tionghoa untuk Penghormatan Kepada Leluhur

- Rabu, 26 Januari 2022 | 21:00 WIB
Ilustrasi; Tradisi Ceng Beng, upacara doa masyarakat Tionghoa untuk penghormatan kepada leluhur. (tangkapan layar YouTube)
Ilustrasi; Tradisi Ceng Beng, upacara doa masyarakat Tionghoa untuk penghormatan kepada leluhur. (tangkapan layar YouTube)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Selain Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa juga memiliki tradisi lain, yaitu tradisi Ceng Beng.

Tradisi Ceng Beng merupakan upacara doa masyarakat yang dilaksanakan oleh umat Kong Hu Cu.

Ceng Beng ini cenderung lebih sepi dibanding dengan perayaan Tahun Baru Imlek, karena isinya hanya ziarah dan melakukan persembahyangan.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap Siaran TV Digital di Kabupaten/Kota Probolingga, Kota Batu dan Sekitarnya

Namun pada perkembangannya, hampir seluruh masyarakat Tionghoa, dari agama manapun masih mempertahankan tradisi ziarah kubur ini.

Tradisi Ceng Beng muncul pertama kali pada era Dinasti Han (202 SM hingga 220 M). Kemudian tradisi ini menjadi familiar pada zaman Dinasti Tang (618-907 M).

Ceng Beng sendiri diciptakan Kaisar Xuanzong pada tahun 732 (Dinasti Tang), sebagai pengganti upacara pemujaan nenek moyang dengan cara terlalu mahal dan rumit.

Baca Juga: Bingung Cari Antena TV Digital, Ini Rekomendasi 12 Antena TV Digital Terbaik Januari 2022

Dalam usaha untuk menurunkan biaya tersebut, Kaisar Xuanzong mengumumkan penghormatan tersebut cukup dilakukan dengan mengunjungi kuburan nenek moyang pada hari Qīngmíng.

Saat itu, kaisar Xuanzong menilai kebiasaan masyarakatnya terlalu sering melaksanakan upacara bagi pada leluhur dan berbiaya mahal sehingga sering kali menyusahkan mereka sendiri.

Halaman:

Editor: Rosikhan Anwar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Pascapandemi Covid-19

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:05 WIB
X