Penyakit Umat Beragama

- Jumat, 21 Januari 2022 | 03:13 WIB
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 

Saat Nabi Muhammad Saw menerima risalah Islam, Allah Swt berpesan kepadanya dengan ungkapan pendek namun penuh makna: "wa ma arsalnaka illa rahmatan lil 'alamin" (Aku [Allah] tidak mengutusmu kecuali untuk menebar kasih sayang pada penghuni alam) (QS, 21:107), dengan membawa peringatan dan kabar gembira (QS, 2: 119).

Mungkin pesan ini telah dibaca jutaan kali, tetapi maknanya tidak dikenali dan yang diamalkan malah sebaliknya.

Lisannya keras dan kasar saat berdakwah. Amaliahnya saling menyakiti, memfitnah dan mem-bully. Sebagian lainnya malah menghalalkan segala cara untuk menyebarkan agamanya. Agama digunakan untuk melegitimasi ekstremisme dan terorisme.

Negeri ini punya cerita panjang di mana ajaran agama disalahgunakan, seperti teror bom beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Agar Setan dan Jin Takut Masuk Rumah, Ustad Abdul Somad Sarankan Bacaan Ini Sebelum Tidur

Kemulian agama yang seharusnya diamalkan dengan lisan dan perilakunya, justru diwujudkan dalam bentuk intoleransi kepada sesama. Mereka seolah takut tidak kebagian surga, jika berbuat baik kepada kelompok yang berbeda.

Charles Kimball (2003) dalam When Religion Becomes Evil menyatakan, ketika agama dipersepsi, dipahami dan dimanifestasikan dengan cara yang salah, maka agama memiliki potensi untuk menjelma menjadi penebar kekerasan dan kekejaman.

Agama yang semestinya diyakini manusia sebagai garda depan penjaga ketertiban dan kedamaian di muka bumi, justru ditampilkan sebaliknya. Agama memunculkan polemik, kericuhan, pertikaian dan konflik di antara umat manusia.

Interaksi intern dan antar umat beragama dipenuhi kecurigaan dan ketidakjujuran. Target yang diinginkan selalu sama, yakni mendominasi dan menguasai kelompok lain agar tunduk kepadanya. Ucapan dan perilakunya membuat orang-orang disekitarnya merana dan meradang.

Mereka kehilangan sensitifitas, apatis dan tidak peduli atas penderitaan kelompok yang berbeda.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Pascapandemi Covid-19

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:05 WIB
X