Apa Alane Gawe Seneng Liyan

- Jumat, 7 Januari 2022 | 04:47 WIB
KH Ahmad Darodji. (suaramerdeka.com / dok pribadi)
KH Ahmad Darodji. (suaramerdeka.com / dok pribadi)

suaramerdeka.com - Apa jelekne membuat orang lain senang. Ya apa salahnya ? Pada kehidupan sehari-hari memang ada kalanya orang disalahkan karena melakukan sesuatu yang dianggapnya baik, dengan niat membuat senang, tetapi akibatnya tidak seperti yang diharapkan.

Misalnya seseorang makan di rumah makan. Dia melihat guru yang telah mengajarnya juga makan di tempat yang sama. Sebagai tanda terima kasihnya kepada sang guru, tanpa minta izin kepada beliau, dia membayar semua yang dikonsumsi gurunya itu.

Paling-paling dia hanya menginginkan ada ucapan terima kasih, syukur-syukur hubungannya dengan guru itu menjadi lebih baik.

Baca Juga: Dakwah Bilhal Kiai Kholil bin Mahalli Benda

Tetapi ternyata diluar harapannya, gurunya itu menganggap langkahnya itu justru memalukannya. Sang guru tersinggung dan marah karena merasa privacynya atau marwahnya terganggu. Ada lagi contoh lain.

Ada tamu terhormat datang ke rumah kita. Kedatangan tamu itu rutin sekali sebulan karena beliau adalah guru tamu di sekolah yang kita pimpin.

Sebagai penghormatan kepada beliau kita suguhkan makanan yang lezat-lezat, dengan harapan beliau senang. Kita tidak tahu bahwa beliau seharusnya berpantang untuk beberapa jenis makanan.

Suatu saat isteri beliau ikut hadir dan menyaksikan hidangan yang kita sajikan. Kontan sang isteri marah-marah dan mengatakan "rupanya begini ya. Jadi kalau bapak kesini, begini ya suguhannya ". Kita semua diam dan harus mengakui kesalahan meskipun sebenarnya kita tidak tahu itu salah.

Ada lagi contoh lain. Suatu saat kita tidak membantah ucapan orang padahal ada ketidak benaran dari ucapannya itu, karena kita ingin membuatnya senang, toh akibat ucapan itu tidak signifikan.

Baca Juga: Mahram pada Perjalanan Perempuan

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Umrah Pascapandemi Covid-19

Jumat, 20 Mei 2022 | 11:05 WIB
X