KH Muhammad Ridwan Sururi, “Kiai Iket” dari Kedungbanteng

- Sabtu, 27 November 2021 | 03:30 WIB
KH Muhammad Ridwan Sururi (sm/dok)
KH Muhammad Ridwan Sururi (sm/dok)

SEMARANG, suaramerdeka.com - KH Muhammad Ridwan Sururi, demikian nama lengkap ulama karismatik yang juga pengasuh Pondok Pesantren An Nur Kedunglemah, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas.

Sosok yang akrab disapa Kiai Sururi itu terbilang sosok ulama langka dan unik. Berbeda dengan ulama lain pada umumnya yang berpeci atau berkopiah, dalam keseharian Kiai Sururi lebih suka memakai iket khas Banyumasan.

Lantaran kebiasaan yang nyleneh itulah beliau mendapat julukan Kiai Iket.

Sebelum mengasuh pesantren, Kiai Sururi menimba ilmu di berbagai daerah.

Baca Juga: Rais Aam PBNU Putuskan Muktamar 17 Desember

Beliau pernah nyantri di Buntet Cirebon dan Sarang Rembang. Guru-guru beliau selama di Buntet Cirebon antara lain KH Akyas, KH Abdul Djamil, KH Murtadlo Said. Selepas dari Buntet, Kiai Sururi muda meneruskan ngangsu kawruh di Sarang Rembang.

Di sana ia berguru kepada KH Zubair Dahlan, KH Abdurrochiem, KH Djalil, dan ulama lainnya.

“Saya mondok di Buntet selama tujuh tahun, antara tahun 1956-1963. Kemudian melanjutkan ke Sarang sekitar empat tahun, yaitu tahun 1963-1967,” kata Kiai Sururi kepada penulis dalam sebuah perbincangan di tahun 1993.

Awal tahun 1971, Kiai Sururi bersama dengan masyarakat setempat mendirikan sebuah masjid berukuran 10x15 meter persegi di Grumbul Kedunglemah. Masjid yang merupakan sentra aktvitas pesantren itu kini telah mengalami renovasi. Bahkan, bangunan masjid telah diperluas menjadi 15x22 meter persegi.

Sebelum berdiri Pesantren An-Nur, Kiai Sururi sering kedatangan dua-tiga orang santri yang hendak mengaji. Maka, awal tahun 1979 gagasan beliau untuk mendirikan pesantren pun segera diwujudkan. Mula-mula beliau mendirikan asrama pesantren putra berukuran 3x9 meter, terdiri dari tiga ruang kamar. Bangunan di sebelah selatan masjid inilah yang menjadi cikal-bakal berdirinya Pesantren An-Nur (1980).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rasulullah Sang Pejuang HAM Dan Kesetaraan

Jumat, 7 Oktober 2022 | 12:36 WIB

Pitutur: Witing Trisno Jalaran Saka Kulina

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:33 WIB

Kiai Mansur Pejuang Islam di Wonosobo

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:22 WIB

Pesantren Birrul Walidain

Jumat, 7 Oktober 2022 | 11:11 WIB

Surat Al Maidah Ayat 5 dengan Latin dan Artinya

Kamis, 6 Oktober 2022 | 12:12 WIB

Grup Rebana di Jateng Ramaikan Najwa Fest 2022

Rabu, 5 Oktober 2022 | 20:09 WIB
X