KH Kholil Asy'ari, Pendiri Pesantren Darul Muttaqien

Red
- Jumat, 11 Juni 2021 | 01:22 WIB
KH Kholil Asy'ari, Pendiri Pesantren Darul Muttaqien
KH Kholil Asy'ari, Pendiri Pesantren Darul Muttaqien

suaramerdeka.com - Darul Muttaqien, demikian nama pondok pesantren yang berada di Dusun Bolong Desa Ngaditirto, Kecamatan Selopampang, Kabupaten Temanggung. Lokasinya di daerah pegunungan, sekira 10-an kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten setempat. Lembaga pendidikan Islam yang satu ni didirikan oleh KH Kholil Asy'ari pada tahun 1965.

Darul Muttaqien merupakan profil pesantren salaf yang mengadopsi sistem pendidikan modern (klasikal). Selain kajian kitab kuning dengan model sorogan, pesantren ini mengelola pendidikan formal: Madrasah Ibtidaiyah, SMP, dan Madrasah Aliyah. Santrinya tak saja dari wilayah lokal Temanggung dan sekitarnya, namun juga dari luar Jawa, seperti Jambi, Palembang, Riau, bahkan Kalimantan.

Pesantren Darul Muttaqien kini memiliki divisi Tahfidzul Quran. Para santri yang mengikuti program ini diberikan tempat dan bimbingan tersendiri. Selain itu, Darul Muttaqien juga memberikan perhatian khusus kepada para santri dari kalangan duafa. Para santri yatim-piatu dan dari kalangan masyarakat kurang mampu tidak dipungut SPP serta dibebaskan dari biaya makan.

Selain kegiatan majlis taklim harian, Pesantren Darul Muttaqien juga menggelar kegiatan mingguan maupun selapanan. Pengajian untuk masyarakat sekitar digelar setiap Senin, mulai pukul 11.00 hingga selesai. Adapun kegiatan mujahadah diselenggarakan setiap Ahad Wage pagi hari. Kegiatan ini tak saja diikuti para santri, namun para wali santri, dewan guru (asatidz) dan masyarakat umum.

Mengutip Mafruhin (2019), KH Kholil dikenal sebagai sosok ulama yang alim dan ikhlas dalam berdakwah. Dalam kiprah dakwahnya di masa silam, tak jarang beliau menempuh perjalanan kaki dari satu desa ke desa lain, bahkan lintas kecamatan. Selain mengasuh pesantren, Kiai Kholil tercatat sebagai Mustasyar PCNU Temanggung periode 2009-2014.

Sebelum mengasuh pesantren, Kholil muda sempat nyantri di sejumlah pesantren, antara lain di Pesantren Payaman Magelang asuhan KH Siradj. Konon, Kiai Raoyan Menggoro adalah teman seangkatan saat dirinya nyantri di Pesantren Payaman.

Laku Tirakat

Konon, suatu ketika Kiai Kholil menjalani laku tirakat dengan berjalan kaki dari Temanggung ke Bangkalan Madura. Adapun yang dituju adalah makam Syekhona Cholil Bangkalan.

Dikisahkan, di tengah perjalanan antara Temanggung dan Madura dirinya berpapasan dengan seseorang yang memintanya untuk bertukar pakaian. Kiai Kholil pun menuruti permintaan orang tersebut dengan sukarela; padahal, pakaian yang orang itu yang ditularkan kepada Kiai Kholil terbilang tidak layak pakai.

Sesampai di makam Syekhona Cholil Bangkalan, beliau langsung bertadarus Al-Quran dengan target satu hari khatam Al-Quran. Hal itu dilakukannya selama 40 hari berturut-turut tanpa henti. Untuk keperluan makan harian, beliau mengkonsumsi buah pepaya mentah yang tersua di sekitaran area makam.

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Amalan Penting di Bulan Muharam

Jumat, 30 Juli 2021 | 00:05 WIB

Gajah Tumbuk Karo Gajah Kancil Mati Ing Tengah

Kamis, 29 Juli 2021 | 23:46 WIB

Menata Ulang Kiprah MUI

Kamis, 29 Juli 2021 | 23:36 WIB

Mayoritas Muslim Indonesia Anut Faham Sunni

Senin, 26 Juli 2021 | 21:45 WIB

Kiai Abdul Hamid Pasuruan Asal Lasem

Kamis, 22 Juli 2021 | 22:00 WIB

Harapan Milad Ke-46 MUI

Kamis, 22 Juli 2021 | 21:55 WIB

Kesetiakawanan Sosial Pascakurban

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:27 WIB

Baladewa Ilang Gapite

Kamis, 22 Juli 2021 | 20:20 WIB

Niat Baik Saja Tidak Cukup

Minggu, 18 Juli 2021 | 12:47 WIB

Siti Hajar dan Kemandirian Perempuan

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:28 WIB

Tumbu Oleh Tutup

Kamis, 15 Juli 2021 | 22:06 WIB

KHR Abdul Fatah, Ulama Besar di Tanah Jawa

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:56 WIB

Iduladha 1442 H dan PPKM Darurat

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:49 WIB

KH Manaf, Ahli Tirakat dari Mertoyudan

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:48 WIB

Beras Wutah Arang Bali Marang Takere

Jumat, 9 Juli 2021 | 04:43 WIB
X