Ujian untuk MUI

- Kamis, 25 November 2021 | 23:00 WIB
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 
Abu Rokhmad Musaki (sm/dok) 

MUI adalah majelis musyawarah para ulama, zuama dan cendekiawan Muslim untuk membimbing, membina dan mangayomi umat. Jika khidmahnya diakui dan bermanfaat untuk masyarakat, MUI pasti akan tetap tegak berdiri.

Baca Juga: Al-Quran Surat At-Takasur, Teks Arab, Latin dan Terjemah Bahasa Indonesia

Penangkapan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat patut disyukuri. Semoga terungkapnya kasus itu menjadi momentum bagi pengurus MUI—dari pusat sampai kecamatan—untuk muhasabah dan memperbaiki diri. Tidak mudah membawa dan menjaga MUI agar perjuangannya konsisten membawa nilai-nilai keulamaan. Nilai-nilai keulamaan yang bersendi pada keilmuan, akhlak dan pengabdian (ibadah).

Berbeda dengan ormas Islam lainnya yang lebih homogen, pengurus MUI diisi oleh banyak ormas dengan kapasitas pribadi yang bermacam-macam. Ngemong begitu banyak orang—dengan latar belakang paham dan ormas Islam yang diikutinya—tidak gambang dilakukan. Perlu diwacanakan agar khidmah MUI dikembalikan pada khittah 1976.

MUI memiliki banyak kekurangan dan kelemahan. Melalui peristiwa ini, segera diperbaiki kekurangan tersebut sehingga keberadaan MUI menjadi solusi dan makin bermanfaat, bukan malah membebani umat.

Baca Juga: 6 Minuman Ini Bersihkan Ginjalmu

Jargon MUI sebagai shadiqul hukumah (partner pemerintah) harus dipahami dan dikontekstualisasikan dengan cerdas. Slogan itu jangan sampai menjerumuskan pengurus MUI gara-gara tidak dibaca lanjutannya.

Shadiqul hukmah bukanlah sekedar pendukung pemerintah atau apalagi menjadi buzzer dan bemper pemerintah. Shadiqul hukumah tidak ada artinya bila tidak berujung pada khadimul ummah, yaitu mewujudkan kemaslahatan umat.

Kunci keberhasilan khidmah MUI bukan hanya pada kemampuan untuk berkomunikasi dan berdekatan dengan pemerintah, tetapi harus dilanjutkan dengan kesanggupan untuk memperjuangkan dan mengadvokasi kepentingan umat.

Karena umatlah, MUI harus menjalin hubungan baik dengan ulil amri. Seluruh upaya pengurus MUI harus diniati untuk li khidmatil ummah (untuk melayani kepada umat). Melayani umat berarti berkhidmah untuk kemanusiaan yang lillahi ta’ala. (khidmah ijtima’iyyah/ insaniyyah ilahiyyah).

Halaman:

Editor: Ahmad Rifki

Tags

Terkini

Menyikapi Bencana Alam

Jumat, 2 Desember 2022 | 13:47 WIB

Pitutur: Adoh Tanpa Wangenan Cedak Tanpa Senggolan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:19 WIB

Kiai Mukhlis Lesmana, Karya Tulisnya Tak Terpublikasi

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:42 WIB

Passive Income

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:52 WIB

Ini Pesan Habib Jafar Al Hadar untuk Generasi Muda

Senin, 28 November 2022 | 22:58 WIB
X